Senin 07 Feb 2022 12:48 WIB

Malaysia Klaim SOP Ibadah Terbukti Bantu Kurangi Penyebaran Covid-19

SOP sholat berjamaah di masjid dinilai efektif tekan penyebaran covid-19 di Malaysia.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Agung Sasongko
Umat Islam Malaysia berangkat usai salat Jumat di sebuah masjid di Kuala Lumpur, Malaysia, 01 Oktober 2021. Umat Islam di Kuala Lumpur dan Putrajaya diizinkan untuk mengikuti salat Jumat dengan kapasitas masjid yang sebenarnya dengan tetap menjaga prosedur jarak sosial 1,5 meter.
Foto: EPA-EFE/AHMAD YUSNI
Umat Islam Malaysia berangkat usai salat Jumat di sebuah masjid di Kuala Lumpur, Malaysia, 01 Oktober 2021. Umat Islam di Kuala Lumpur dan Putrajaya diizinkan untuk mengikuti salat Jumat dengan kapasitas masjid yang sebenarnya dengan tetap menjaga prosedur jarak sosial 1,5 meter.

REPUBLIKA.CO.ID, KOTA BHARU -- Wakil Menteri di Departemen Perdana Menteri (Agama) Malaysia, Datuk Ahmad Marzuk Shaary, menyebut standard operational procedur (SOP) sholat berjamaah di masjid, surau dan madrasah saat ini terbukti efektif dalam menekan penyebaran Covid-19.

Hal tersebut ia sampaikan, setelah hingga saat ini terlihat belum ada laporan klaster terkait masjid, sehingga SOP yang ada juga akan digunakan untuk sholat tarawih selama bulan Ramadhan.

Baca Juga

“Oleh karena itu, SOP tetap kami pertahankan hingga hari ini. Jika ada perubahan dalam dua bulan ke depan sebelum Ramadhan, akan diumumkan oleh pemerintah. Jika ada (perubahan diumumkan), terserah pandangan dewan agama negara masing-masing untuk menggunakan SOP secara efektif," kata dia dikutip di The Sun Daily, Senin (7/2/2022).

Lebih lanjut, ia menyebut pemerintah telah belajar dari beberapa kejadian yang terjadi Ramadhan lalu, ketika ada gugusan rombongan tarawih yang tidak sesuai SOP. Oleh karena itu, pemerintah dan pihak berwenang akan mengintensifkan pengawasan agar jamaah mematuhi SOP yang ditetapkan.

Hal tersebut ia sampaikan kepada wartawan setelah menghadiri upacara presentasi Kontribusi Bank Makanan oleh Yayasan Pembangunan Ekonomi Islam Malaysia (YaPEIM) di Kolej Uniti. Acara ini juga dihadiri oleh chief operating officer Kota Bharu Kolej Uniti Mohd Shaharom Azmin, serta general manager Kelantan YaPEIM Administrative Center Nik Mohd Nurul Ihsan Salleh.

Media sebelumnya melaporkan Departemen Pengembangan Islam Malaysia (Jakim) tidak bermaksud untuk memperkenalkan SOP khusus untuk shalat tarawih selama Ramadhan tahun ini. Sebaliknya, pemerintah akan mempertahankan SOP yang sudah ada.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement