Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Angkatan Bersenjata Iran Kutuk Sikap Permisif Macron 

Selasa 27 Oct 2020 16:27 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Nashih Nashrullah

Angkatan bersenjata Iran mengutuk sikap permisif Presiden Prancis Macron. Bendera Iran

Angkatan bersenjata Iran mengutuk sikap permisif Presiden Prancis Macron. Bendera Iran

Foto: Tehran Times
Angkatan bersenjata Iran mengutuk sikap permisif Presiden Prancis Macron.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHRAN— Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Hossein Bagheri, mengutuk sikap Macron yang mendukung pelaku penghinaan Nabi Suci Islam (SAW). 

 

Melalui pernyataannya, Bagheri mengatakan bahwa pemerintah Barat berusaha mengaitkan tindakan brutal terorisme dengan Islam, sementara mereka sendiri telah menciptakan kelompok teroris.

Baca Juga

 

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa dukungan Macron untuk Charlie Hebdo, surat kabar pekanan satir Prancis yang menampilkan kartun, laporan, polemik dan lelucon, jelas bertentangan dengan aturan dan prinsip internasional. 

 

Di mana saat itu Presiden Prancis Emmanuel Macron justru mengatakan bahwa penodaan atas kesucian agama Muslim tidak jarang terjadi di Prancis. 

 

Bagheri menambahkan bahwa pemerintah Barat menciptakan kelompok teroris seperti ISIL dan berjuang untuk mengaitkan tindakan brutal teroris dengan Islam. 

 

Dia lebih lanjut mencatat bahwa pemerintah Prancis telah menangani tantangan domestik dalam dua tahun terakhir dan bertujuan membatasi Muslim di negara itu untuk menutupi ketidakefisienannya.

 

Pada September, majalah satir Prancis Charlie Hebdo menerbitkan ulang kartun yang sama tentang Nabi Besar dan Islam yang memicu serangan mematikan terhadap majalah tersebut pada 2015.

 

Sumber: https://en.mehrnews.com/news/165198/Western-governments-seeking-to-attribute-terrorism-to-Islam

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA