Sunday, 19 Zulhijjah 1441 / 09 August 2020

Sunday, 19 Zulhijjah 1441 / 09 August 2020

Kesan Beda Idul Adha Muslim Somalia Hingga Amerika Serikat

Ahad 02 Aug 2020 16:31 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Nashih Nashrullah

Umat Islam di berbagai penjuru dunia menghadapi suasana beda Idul Adha. Jamaah sholat Idul Adha di Masjid IMAAM Center, Amerika Serikat

Umat Islam di berbagai penjuru dunia menghadapi suasana beda Idul Adha. Jamaah sholat Idul Adha di Masjid IMAAM Center, Amerika Serikat

Foto: VOA
Umat Islam di berbagai penjuru dunia menghadapi suasana beda Idul Adha.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI –  Muslim di seluruh dunia merayakan Idul Adha di tengah ancaman pandemi Covid-19. Muslim merayakannya dengan berqurban dan menyalurkannya ke kelompok yang membutuhkan karena terbatasnya haji tahun ini.

Baca Juga

Pandemi Covid-19 menghadirkan kesulitan ekonomi bagi jutaan orang di dunia. Bahkan sebagian dari mereka akan segera jatuh ke lubang kemiskinan. Sebagian Muslim diklaim kesulitan menunaikan qurban seiring memburuknya ekonomi. 

Contohnya di Somalia yang mengalami lonjakan tinggi pada harga daging. Abdishakur Dahir yang merupakan seorang PNS di Ibu Kota Mogadishu mengakui baru kali ini tak bisa berqurban karena tingginya kenaikan harga.

"Saya saja sulit beli makan untuk keluarga. Kami hanya coba bertahan hidup sekarang. Hidup kian sulit setiap harinya," kata Dahir dilansir dari livemint pada Ahad (2/8).

Memburuknya ekonomi turut dirasakan pedagang hewan qurban Oumar Maiga. Ia mengakui bisnisnya kian sulit sejak pandemi covid-19. "Situasinya sulit sekarang, situasi ini belum pernah terjadi dalam beberapa tahun belakangan," ujar Oumar.

Pandemi Covid-19 juga menyebabkan sebagian Muslim tak bisa berkumpul dengan keluarga. Seperti terjadi di Baghdad, Ibukota Irak dimana mayoritas Muslim merayakan Idul Adha di rumah. Jalan-jalan di Baghdad nampak sepi karena lockdown selama 10 hari yang diterapkan pemerintah.

"Kami sempat berharap lockdown ini akan disudahi selama Idul Adha... Kami terkejut lockdown ternyata masih diterapkan saat Idul Adha," ujar pemilik kafe di Baghdad, Marwan Madhat.

Sedangkan Muslim di Amerika Serikat harus menerapkan protokol kesehatan saat shalat Idul Adha. Sebagian Muslim lain memilih beribadah di rumah. Muslim di Illinois yang ingin shalat di

Muslim Education Center wajib dicek suhu tubuhnya dan menjaga jarak. Suara Imam kurang terdengar jelas karena memakai masker ketika menyampaikan khutbah.

Di Los Angeles, Arfa Faiz bersama beberapa temannya mengadakan perayaan Idul Adha di taman. Ini jauh dari kesan perayaan tahun lalu yang sangat ramai di pantai atau gedung pertemuan. "Biasanya Idul Adha di L.A sangat ramai, banyak kegiatan yang dilakukan," kenang Faiz. 

Sumber: https://www.livemint.com/news/world/muslims-worldwide-celebrate-eid-al-adha-11596273575036.html  

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA