Tuesday, 5 Safar 1442 / 22 September 2020

Tuesday, 5 Safar 1442 / 22 September 2020

Dua Strategi Besar Zionis

Senin 10 Aug 2020 08:19 WIB

Rep: Irwan Kelana/ Red: Muhammad Hafil

Dua Strategi Besar Zionis. Foto: Zionisme (ilustrasi).

Dua Strategi Besar Zionis. Foto: Zionisme (ilustrasi).

Foto: Panoramio.com
Zionis memiliki dua strategi besar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ideologi, dendam sejarah dan ambisi telah membentuk realitas hakiki Zionis Israel. Kaum Yahudi tidak akan pernah tinggal diam untuk mewujudkan supremasi global mereka dengan beragam cara, metode dan taktik dari yang paling halus hingga paling kasar. Dari yang paling diplomatis hingga yang paling arogan.

Sejatinya, Israel Raya yang berideologi sekular-pragmatis adalah bangsa yang ekspan sionis yang rasis-diskriminatif. Peneliti dan wartawan yang sangat peduli terhadap masalah Yahudi dan Zionisme, Herry Nurdi penulis sejumlah buku berjudul Belajar Islam dari Yahudi, Jejak Freemason dan Zionis di Indonesia, Kebangkitan Freemason dan Zionis di Indonesia dan Mossad (Behind Every Conspiracy), mengungkap dua grand strategy (strategi besar) yang akan menjadi penopang utama rencana Zionis Israel di dunia Islam.

Strategi pertama, Israel harus membangun dirinya sebagai negara paling kuat di regional. Artinya, Israel harus sangat berpengaruh pada dunia-dunia Arab secara politik, lobi, dan terutama kekuatan militer. Kedua, harus terjadi pemecahbelahan negara-negara di Dunia Islam, terutama di Timur Tengah dan Asia Selatan menjadi negara-negara kecil, lemah yang ber basis kesukuan dan terikat pada sentimen sektrarian.

Banyak hal yang diungkap oleh penulis berkaitan dengan sepak terjang Yahudi, Israel serta agenda-agenda besar yang akan segera mereka realisasikan. Karena itu, buku yang ditulis oleh Herry Nurdi perlu dibaca oleh kaum Muslimin. Sebuah buku yang mencerahkan, informatif, faktual, cerdas dan menumbuhkan ruh jihad.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA