Monday, 11 Rajab 1440 / 18 March 2019

Monday, 11 Rajab 1440 / 18 March 2019

Komisi V Kawal Pembangunan Jembatan Landak 2 Pontianak

Kamis 03 May 2018 11:45 WIB

Red: Ani Nursalikah

Komisi V kawal pembangunan Jembatan Landak 2 Pontianak.

Komisi V kawal pembangunan Jembatan Landak 2 Pontianak.

Foto: DPR RI
Jembatan tersebut vital guna menyelesaikan kemacetan yang terjadi di kawasan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menyampaikan Komisi V DPR RI akan mengawal pembangunan Jembatan Landak 2 Pontianak, Kalimantan Barat agar bisa berjalan dengan lancar. Jembatan tersebut vital guna menyelesaikan kemacetan yang terjadi di kawasan.

“Kami ingin memastikan pembangunan Jembatan Landak 2 berjalan dengan baik sehingga bisa selesai tepat waktu. Kita tahu sendiri, jembatan ini fungsinya sangat vital. Jembatan ini sudah sangat mendesak diselesaikan,” ujar Lasarus saat memimpin Tim Kunker Komisi V DPR RI ke Provinsi Kalimantan Barat, Senin (30/4).

Politikus PDI Perjuangan ini menambahkan, Jembatan Landak 2  harus dipastikan seluruh pembangunannya berjalan dengan lancar. “Ada kewajiban pemerintah kota di sini terkait dengan pembebasan lahan, ada kewajiban pemerintah pusat terkait pembangunan kontruksi jembatan. Dan domain APBN itu pengawasan dari kami,” kata Lasarus.

Anggota Komisi V DPR RI Muhidin Mohamad Said mengungkapkan, untuk pengerjaan Jembatan Landak 2 yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hingga saat ini tidak ada masalah. “Yang jadi masalah itu, bagaimana melanjutkan jalan penghubung itu ke jalan utama, dan pembebasan lahan itu dilakukan oleh pemerintah kota. Kalau kewajiban Kementerian PUPR sudah tidak ada masalah,” kata Muhidin.

Meski diharapkan dapat selesai tepat waktu, politikus Partai Golkar itu berharap pembangunan Jembatan Landak 2 ini, terutama jalan penghubungnya mempertimbangkan kontur tanah. “Tanahnya begitu labil sehingga perlu timbunan banyak. Ini problem juga. Oleh karena itu, kami minta Kementerian PUPR untuk membantu sehingga ketika selesai, kualitas jalan itu sama dengan standar nasional,” kata Muhidin.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler