Bali Dibuka untuk Turis Asing, DPR Harap Pariwisata Bangkit

Pemerintah akan mengurangi masa karantina bagi wisatawan mancanegara

Selasa , 12 Oct 2021, 09:39 WIB
Pemandu wisata memberi penjelasan kepada turis asing di kawasan obyek wisata Pura Taman Ayun, Badung, Bali, (ilustrasi).
Foto: Antara/Nyoman Hendra Wibowo
Pemandu wisata memberi penjelasan kepada turis asing di kawasan obyek wisata Pura Taman Ayun, Badung, Bali, (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar mengaku bersyukur atas keputusan pemerintah yang membuka kembali pariwisata di Pulau Bali mulai 14 Oktober 2021 mendatang. Ia berharap industri pariwisata bisa segera bangkit.

"Alhamdulilllah kita cukup bangga, bersyukur, akhirnya Bali dibuka kembali. Wisatawan domestik sudah mulai ramai datang ke Bali. Hari ini kita saksikan aktivitas pariwisata mulai geliat membanggakan," ujar Muhaimin dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/10).

Selain itu Pemerintah juga akan mengurangi masa karantina bagi wisatawan mancanegara (wisman) yang tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai dari delapan hari menjadi lima hari. Kebijakan itu diperkirakan akan menambah minat turis asing berlibur ke Pulau Dewata.

Namun pria yang lebih dikenal Cak Imin ini berpesan agar masyarakat yang berkunjung ke Bali agar tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. "Jangan lupa tetap menggunakan protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak, dan terus menerus jaga kebersihan tangan kita," tuturnya.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu bersyukur dan bangga karena Indonesia akhirnya bisa lolos tahap awal dari pandemi setelah hampir dua tahun Covid-19 ada di Indonesia. Dirinya mengajak semua pihak untuk terus berjuang agar mengurangi menghindari penularan Covid-19.

"Tetap berolah raga, terus jaga kesehatan. Semangat untuk Indonesia maju," serunya.

Pemerintah bakal melakukan uji coba pembukaan pariwisata Bali mulai Kamis (14/10) bagi wisatawan mancanegara (wisman). Sejauh ini, pemerintah telah mempertimbangkan wisman dari enam negara untuk bisa melakukan perjalanan wisata ke Bali.

"Kami sudah mendapatkan arahan dari Kemenko Maritim dan Investasi, ada enam negara yang dipertimbangkan boleh masuk. China, Korea Selatan, Jepang, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Selandia Baru," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam konferensi pers, Senin (11/10).