Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

DPR Lakukan Mediasi Soal Kasus DO Ketua BEM UNJ

Rabu 06 Jan 2016 18:56 WIB

Rep: c39/ Red: Taufik Rachman

Ketua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini.

Ketua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini.

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI, Jazuli Juwaini menggelar mediasi terkait kasus droup out (DO) yang dilakukan Profesor Djaali terhadap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNJ, Ronny Setiawan. Hal ini dilakukan untuk mencari solusi atas sikap kedua belah pihak.

“Kami lihat isunya membesar di media onlie dan juga viral di sosial media. Ini sangat tidak baik bagi kampus, maupun pendidikan secara umum. Karena itu, bagi kami ini aspirasi rakyat yang harus direspon secara tepat dan solutif,” kata Jazuli usai gelar mediasi antar kedua belah pihak, dan Wakil Ketua Komisi X Abdul Kharis Almasyhari, Rabu (6/1).

Jazuli mengatakan bahwa semua aspirasi mahasiswa telah terklarifikasi dengan baik saat mediasi berlangsung. Selain itu, pokok masalah sebagaimana yang termuat dalam SK tersebut, lebih disebabkan karena terjadi kesalahan informasi dan komunikasi.

“Rektor UNJ secara terbuka menyatakan bahwa mahasiswa itu bagaikan anak, yang kadang salah, tentu harus kita tegur dan jika minta maaf pasti kita maafkan,”ucapnya

Jazuli menjelaskan, suasana mediasi tersebut sangat kondusif dan bersifat kekeluargaan. Kata dia,, berulang kali Ronny menyebut Rektor UNJ sebagai ayahanda dan Rektor UNJ juga telah berjanji untuk memaafkan Ronny dan segera menganulir SK DO saat Rapat Pimpinan (Rapim) Universitas.

“Yang terpenting dua belah pihak saling memaafkan dan saling komitmen untuk sinergi memajukan UNJ,” ujar anggota DPR yang menjadi Mahasiswa Doktoral di UNJ tersebut.

Sebelumnya, Ronny diberhentikan dari status Mahasiswa UNJ melalui SK Rektor bernomor 01/SP/2016 yang langsung ditandatangani Profesor Djaali. Berdasarkan SK tersebut, Ronny dinilai telah melakukan perbuatan kejahatan berbasis teknologi, pencemaran nama baik, dan tindakan penghasutan yang dapat menganggu ketentraman program yang dilaksanakan di UNJ.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler