Kamis, 14 Rajab 1440 / 21 Maret 2019

Kamis, 14 Rajab 1440 / 21 Maret 2019

Ketua DPR Dorong BUMN-BUMS Tingkatkan Industri Pertahanan

Kamis 22 Feb 2018 10:32 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Gita Amanda

Ketua DPR, Bambang Soesatyo.

Ketua DPR, Bambang Soesatyo.

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Industri pertahanan mampu menjadi nilai tambah bagi perekonomian nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Industri pertahanan merupakan salah satu industri yang mampu menjadi nilai tambah bagi perekonomian nasional. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Bambang Soesatyo pun mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga mengajak Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) untuk meningkatkan pekembangan industri pertahanan.

"Jangan sedikit-sedikit impor. Melihat hasil karya alutsista karya anak bangsa yang dipamerkan ini, saya yakin industri pertahanan swasta kita sudah mampu memproduksi dengan kualitas yang baik. Kita harus percaya diri dengan kemampuan bangsa sendiri," kata pria yang akrab disapa Bamsoet dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Rabu (21/2) lalu.

Bamsoet menyatakan dukungannya terhadap industri pertahanan yang dikelola pihak swasta bisa tumbuh dan berkembang dengan baik bukan hanya dari segi kuantitasnya, melainkan juga dari nilai kualitas, sehingga tak kalah dari industri pertahanan luar negeri.

Bamsoet juga menyinggung kemampuan BUMN yang seringkali tak mampu memenuhi kebutuhan alutsista nasional. Karena itu, dirinya memberikan solusi agar BUMN bisa bekerja sama dengan para pelaku industri pertahanan swasta dalam negeri.

Bamsoet menegaskan, DPR RI selalu berkomitmen memperkuat alutsista untuk memenuhi kebutuhan sistem pertahanan dan keamanan nasional. Hal itu dibuktikan dengan anggaran pertahanan yang terus meningkat. Di Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2018, alokasinya mencapai Rp 107 triliun, dan Rp 15 triliun digunakan membeli alutsista.

Dengan anggaran yang cukup besar tersebut, Bamsoet menginginkan kedepannya industri pertahanan dalam negeri yang lebih diutamakan. "Terkadang juga hasil impor yang begitu sampai Indonesia diganti mereknya. Ini juga tidak boleh terjadi. Kita jangan jadi bangsa yang membohongi diri sendiri," tegas Bamsoet

Sebelumnya Bamsoet menghadiri dan membuka Rapat Umum Anggota Luar Biasa Perhimpunan Industri Pertahanan Swasta Nasional (Pinhantanas). Dalam kegiatan tersebut dihadiri juga Menteri Pertahanan , Jenderal TNI Purn. Ryamizard Ryacudu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler