Kamis, 15 Zulqaidah 1440 / 18 Juli 2019

Kamis, 15 Zulqaidah 1440 / 18 Juli 2019

Fahira Mengutuk Penganiayaan yang Dialami Ratna Sarumpaet

Rabu 03 Okt 2018 01:02 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Gita Amanda

Ketua Gerakan Nasional Anti Miras Fahira Idris menyampaikan pendapatnya saat diskusi forum legislasi di komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (10/11).

Ketua Gerakan Nasional Anti Miras Fahira Idris menyampaikan pendapatnya saat diskusi forum legislasi di komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (10/11).

Foto: ANTARA FOTO
Level terendah dari seorang manusia itu adalah penganiaya terhadap perempuan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktivis Ratna Sarumpaet dikabarkan dikeroyok oleh sejumlah orang tidak dikenal di Bandung pada Jumat (21/9) lalu. Mendengar kabar tersebut, aktivis perempuan yang juga Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Fahira Idris, mengutuk keras aksi pengeroyokan yang yang dilakukan para pelaku.

"Saya mengutuk keras siapapun pelaku di balik tindakan pengecut yang begitu tega menyerang seorang perempuan yang juga seorang ibu dan nenek dari cucu-cucunya ini," tegas Fahira dalam siaran persnya, pada Selasa (2/10).

Fahira juga menekankan agar aksi kejahatan penganiayaan yang menimpa Ratna Sarumpaet dapat diusut dengan tuntas. Karena dalam sudut pandangnya, kejahatan tersebut bukan hanya menyakiti seorang perempuan tapi juga mencederai demokrasi dan kebebasan berpendapat.

Tidak habis pikir, ujar Fahira, begitu tega para pelaku melakukan penganiayaan kepada seorang perempuan. Menurutnya, tindakan penganiayaan tersebut biadab dan mencerminkan pelakunya merupakan orang-orang dengan level rendah dan tidak memiliki rasa kemanusiaan.

“Level terendah dari seorang manusia itu adalah penganiaya terhadap perempuan. Para pelaku kejahatan biadab ini adalah manusia-manusia dengan level terendah atau mungkin sama sekali tidak punya rasa kemanusian," ujarnya.

Apalagi Ratna Sarumpaet menurutnya merupakan sosok perempuan dan pejuang demokrasi. Seorang perempuan yang kerap bersuara lantang dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan.

“Jujur saya marah, hati saya terusik. Beliau itu berani karena memang apa yang disampaikannya memiliki nilai kebenaran. Dia paling tidak bisa diam jika melihat ada ketidakadilan terjadi. Orang-orang seperti Kak Ratna ini penjaga nilai-nilai kemanusian di setiap rezim," jelasnya.

Oleh karena itu sekali lagi Fahira menegaskan agar polisi dapat mengusut tuntas penganiayaan yang dialami oleh Ratna Sarumpaet. Karena nampaknya tambah Fahira, akibat peristiwa tersebut tidak sedikit keluarga Ratna Sarumpaet yang mengaku shock dan trauma.

"Sampai kapanpun saya tidak terima dia diperlakukan seperti ini. Saya akan kawal sampai kapanpun hingga para pelaku biadab ini ditangkap dan dihukum seberat-beratnya," kata Fahira.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA