Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

Petugas Rutan Siak Temukan Paket Sabu, Diduga Dilempar dari Luar

Rabu 25 May 2022 23:44 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kabupaten Siak, Provinsi Riau, menemukan paket diduga narkoba jenis sabu yang kemungkinan dilempar oleh orang tak dikenal dari luar tembok gedung pada Rabu (25/5/2022) pukul 05.50 WIB. (ilustrasi)

Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kabupaten Siak, Provinsi Riau, menemukan paket diduga narkoba jenis sabu yang kemungkinan dilempar oleh orang tak dikenal dari luar tembok gedung pada Rabu (25/5/2022) pukul 05.50 WIB. (ilustrasi)

Foto: Antara
Paket sabu kemungkinan dilempar dari luar rutan sekitar pukul 05.50 WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, SIAK -- Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kabupaten Siak, Provinsi Riau, menemukan paket diduga narkoba jenis sabu yang kemungkinan dilempar oleh orang tak dikenal dari luar tembok gedung pada Rabu (25/5/2022) pukul 05.50 WIB. Paket terbungkus plastik berwarna hijau itu awalnya mencuri perhatian seorang petugas bernama Fadel Fadholy yang tengah patroli mengelilingi area Rutan.

Paket tak bertuan itu kemudian dilaporkan kepada Kepala Rutan Siak. Adapun jumlah narkoba jenis sabu yang berhasil digagalkan diperkirakan sebanyak satu paket besar, dua paket kecil dan dua buah kaca pirex. Setelah dilakukan pendataan narkoba tersebut bakal dimusnahkan.

Kepala Rutan Siak Tonggo Butar-butar saat dikonfirmasi membenarkan temuan tersebut. "Kuat dugaan itu dilempar dari luar tembok. Untuk pengembangan kami langsung berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Resor Siak dan mengecek CCTV," katanya.

Atas temuan itu, pihak Rutan Siak berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba di dalam Rutan. Tonggo mengeklaim bahwa pihak Rutan Siak berkomitmen memberantas narkoba di lingkungannya.

Rutan Siak lanjutnya akan terus menyatakan perang terhadap peredaran narkoba. Petugas Rutan sudah dilatih untuk memiliki insting waspada dan siaga, sekecil apapun pergerakannya diamati dan ditindaklanjuti. "Jangan lagi coba-coba menyelundupkan barang haram tersebut," ujar Tonggo.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA