Selasa 24 May 2022 22:50 WIB

Satgas: Sebulan Lebih, Banda Aceh Tanpa Penambahan Kasus Covid-19

Banda Aceh mencatat tanpa penambahan kasus Covid-19 selama lima pekan

Red: Nur Aini
 Pakaian muslim dipajang di pasar tradisional di pasar Aceh, Banda Aceh, 25 April 2022. Transaksi jual beli tekstil khususnya pakaian muslim meningkat sangat pesat tahun ini menyusul kondisi pandemi Covid-19 yang landai dan persiapan masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Berdasarkan data State of Global Islamic Economy Report 2020/2021, tren belanja busana muslim di Indonesia diprediksi akan meningkat pesat hingga tahun 2024 mencapai 4,5 triliun rupiah.
Foto: EPA-EFE/HOTLI SIMANJUNTAK
Pakaian muslim dipajang di pasar tradisional di pasar Aceh, Banda Aceh, 25 April 2022. Transaksi jual beli tekstil khususnya pakaian muslim meningkat sangat pesat tahun ini menyusul kondisi pandemi Covid-19 yang landai dan persiapan masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Berdasarkan data State of Global Islamic Economy Report 2020/2021, tren belanja busana muslim di Indonesia diprediksi akan meningkat pesat hingga tahun 2024 mencapai 4,5 triliun rupiah.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Banda Aceh mencatat bahwa sudah sebulan lebih (sejak pertengahan April 2022) Banda Aceh tanpa penambahan kasus Covid-19.

"Alhamdulillah, sudah lima pekan Banda Aceh tanpa penambahan kasus Covid-19," kata Wakil Sekretaris Satgas Covid-19 Banda Aceh Rizal Abdillah, di Banda Aceh, Selasa (24/5/2022).

Baca Juga

Rizal menyebutkan, berdasarkan data terakhir Dinas Kesehatan Banda Aceh, kasus di ibu kota provinsi Aceh hingga hari ini juga belum ada penambahan, bahkan pasien yang menjalani perawatan serta isolasi mandiri juga tidak ada lagi. Rizal menyebutkan secara kumulatif kasus di Banda Aceh sejak Covid-19 melanda, bertahan pada angka 9.626 orang, di antaranya 9.285 dinyatakan sembuh dan 341 meninggal dunia.

Selama ini pemerintah Banda Aceh tidak pernah berhenti melakukan pemeriksaan Covid-19 terhadap warganya di rumah sakit serta beberapa laboratorium lainnya.

"Kita tetap ada melakukan tes, tetapi hasil tesnya memang dilaporkan tidak ada yang terkonfirmasi positif Covid-19," ujarnya.

Rizal menambahkan, melihat perkembangan hari ini seharusnya Banda Aceh sudah berada pada posisi zona hijau (aman dari penularan), namun sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari Satgas pusat.

"Posisi hijau sekarang harusnya, tapi kita masih menunggu dari Satgas untuk posisinya," kata Kepala BPBD Banda Aceh itu.

Mendagri juga sudah mengeluarkan surat terbaru mengenai status daerah, di mana Banda Aceh masih bertahan di level I Covid-19 bersama dengan Kota Sabang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement