Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Hingga April Pembiayaan Multifinance di Jambi Rp 135,7 T

Sabtu 19 Jun 2021 23:06 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi mencatat, hingga April 2021 penyaluran pembiayaan yang telah disalurkan oleh perusahaan pembiayaan di Jambi mencapai Rp 135,731 triliun.

Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi mencatat, hingga April 2021 penyaluran pembiayaan yang telah disalurkan oleh perusahaan pembiayaan di Jambi mencapai Rp 135,731 triliun.

Foto: Basri Marzuki/ANTARA FOTO
Penyaluran pembiayaan terbesar di provinsi adalah di Kota Jambi sebesar Rp 52 triliun

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI -- Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi mencatat, hingga April 2021 penyaluran pembiayaan yang telah disalurkan oleh perusahaan pembiayaan di Jambi mencapai Rp 135,731 triliun.

Humas OJK Provinsi Jambi, Agus Setiawan Wibowo di Jambi, Sabtu mengatakan, di masa pandemi perusahaan pembiayaan di Provinsi Jambi juga turut mengalami dampak, namun dengan berbagai kebijakan yang diberikan perusahaan pembiayaan masih dapat bertahan secara produktif dalam memberikan pembiayaan kepada masyarakat.

"Bisa kita lihat Non Performing Finance (NPF) perusahaan pembiayaan masih di bawah lima persen yakni 2,36 persen tercatat pada posisi April 2022," kata Agus.

Berdasarkan wilayah penyebarannya, penyaluran pembiayaan hingga April 2021 paling besar di Kota Jambi yakni senilai Rp 52,52 triliun. Selanjutnya di Kabupaten Bungo senilai Rp 25,6 triliun, Muaro Jambi Rp 12,5 triliun dan di Sarolangun sebesar Rp 10,2 triliun.

Penyaluran terbesar selanjutnya dari Kabupaten Batanghari Rp 9,6 triliun, Kabupaten Merangin sebesar Rp8 triliun, Tebo sebesar Rp 7,4 triliun. Adapun penyaluran untuk wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebesar Rp 4,2 triliun, Kerinci sebesar Rp2,1 triliun, Tanjung Jabung Timur sebesar Rp 1,9 triliun dan Sungai Penuh sebesar Rp1,2 triliun.

"Porsinya masih banyak di Kota Jambi sebagai pusat perdagangan dan jasa," katanya.

Berdasarkan data OJK, penyaluran pembiayaan dari perusahaan pembiayaan di Provinsi Jambi di beberapa wilayah kabupaten dan kota juga mengalami kontraksi. Hal ini diakuinya karena masih terdapatnya beberapa sektor lapangan usaha yang masih belum pulih akibat pandemi COVID-19.

Lanjutnya, pihaknya optimistis pada tahun ini dapat mencatat pertumbuhan kinerja yang positif pada perusahaan pembiayaan di Provinsi Jambi. Ditambah dilahirkan dengan program vaksinasi yang sedang dilakukan Pemerintah akan mendorong mobilitas masyarakat yang dapat memicu permintaan kredit dari perusahaan pembiayaan di Jambi.

"Program vaksinasi ini juga jadi stimulus untuk meningkatkan kinerja," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA