Rabu 24 Mar 2021 21:38 WIB

Pengusaha Bus Minta Terminal Anak Air Diperbaiki

Bus berukuran besar kesulitan masuk kedalam area terminal karena akses masuk sempit

Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Ahmad Yani bersama Tim PerpalZ TV menyempatkan diri untuk menyambangi terminal Anak Air dalam rangkaian perjalanan #PerpalzGoestoSumatra.
Foto: istimewa
Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Ahmad Yani bersama Tim PerpalZ TV menyempatkan diri untuk menyambangi terminal Anak Air dalam rangkaian perjalanan #PerpalzGoestoSumatra.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG--Pembangunan Terminal Anak Air yang terletak di Kota Padang, Sumatra Barat, hampir rampung. Namun di terminal yang menyerupai bandar udara itu, masih ditemukan sejumlah kendala. 

Beberapa kendala itu antara lain, sulitnya bus berukuran besar masuk kedalam area terminal. Padahal hampir semua bus antar kota antar provinsi (AKAP) berukuran besar. Akses masuk dan pintu gerbangnya dianggap terlalu sempit.

Begitu juga pada lorong pemberhentian bus, akses untuk bus-bus besar yang panjang dirasakan kurang memadai. Terminal ini merupakan terminal bus utama di kota Padang, menggantikan terminal Lintas Andalas yang berubah menjadi Plaza Andalas dan terminal Bengkuang yang berubah menjadi Balai kota Padang.

Pada tanggal 9 Februari 2018, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan peletakan batu pertama proyek pembangunan Terminal Anak Air. Lahan seluas 4,5 hektar untuk pembangunan terminal dibebaskan oleh Pemerintah Kota Padang, sedangkan pembangunan fisiknya dikerjakan oleh Pemerintah Pusat. Terminal ini berdekatan dengan Pasar Lubuk Buaya dan halte kereta api Lubuk Buaya. Selain itu, terminal ini berjarak sekitar 9 km dari Bandara Internasional Minangkabau dan 3,5 km dari gerbang Jalan Tol Padang–Pekanbaru.

Meski sudah terlihat hampir rampung dikerjakan, rupanya para perusahaan otobus (PO) dan masyarakat Padang belum bisa menggunakan terminal ini. “Kami merasakan, terminal ini harus ada beberapa perbaikan lagi. Tentunya ini demi kenyamanan dan keamanan baik unit bus dan penumpang di terminal ini,” ujar Kurnia Lesani Adnan, pendiri Perpalz TV yang juga Direktur Utama PO Siliwangi Antar Nusa (SAN) dalam keterangan tertulisnya Rabu (24/3).

Masalah tersebut ditemukan saat Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Ahmad Yani bersama Tim PerpalZ TV menyempatkan diri untuk menyambangi terminal Anak Air dalam rangkaian perjalanan #PerpalzGoestoSumatra.

Menilik proses pembangunannya, bisa dikatakan terminal tipe A Anak Air nyaris 100 persen rampung. Tampilan terminal ini bisa dikatakan menyerupai bandara udara (Bandara).

Direktur Angkutan Jalan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Ahmad Yani, akan memerintahkan jajarannya untuk segera melakukan perbaikan agar Terminal tipe A Anak Air ini benar-benar siap untuk dioperasikan.

“Kami telah melihat langsung fakta-fakta di lapangan. Kami akan segera melakukan penanganan dengan bagian yang berhubungan langsung dengan kesiapan terminal ini. Pengembangan perbaikan akan dilaksanakan secara bertahap, semoga musim mudik ini kita sudah bisa melakukan uji coba,” kata Ahmad Yani.

Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Sumatra Barat Deny Kusdyana juga memaparkan akan segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait guna memaksimalkan kesiapan terminal tipe A Anak Air.

“Seperti yang disampaikan  bapak direktur tadi, secara bertahap kami akan melakukan koordinasi dengan instansi-instansi terkait guna memaksimalkan pengoperasian terminal Anak Air ini. Tentunya beberapa titik yang bermasalah ini akan kita maksimalkan perbaikannya,” jelas Deny.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement