Monday, 12 Jumadil Akhir 1442 / 25 January 2021

Monday, 12 Jumadil Akhir 1442 / 25 January 2021

Dokter di Natuna Bagi Pengalaman Saat Jadi Pasien Covid-19

Kamis 26 Nov 2020 23:18 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Ilustrasi Covid-19

Ilustrasi Covid-19

Foto: Pixabay
Garid terkonfirmasi positif pada 2 November dan dinyatakan sembuh pada 17 November.

REPUBLIKA.CO.ID, NATUNA -- Seorang dokter di IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau, dr Muhammad Garidya, berbagi pengalaman saat menjadi pasien Covid-19 hingga dinyatakan sembuh dari penyakit itu. Dia terkonfirmasi Covid-19 pada 2 November 2020 setelah dilakukan tes usap.

"Kemudian dinyatakan sembuh pada 17 November 2020," kata dokter yang akrab disapa Garid ini di Natuna, Kamis (26/11).
                               
Garid mengaku awalnya melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19 dengan nomor kasus 02, yang tidak lain merupakan perawat dan rekan kerjanya di IGD RSUD Natuna. Sepekan sebelum dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, Garid memang kerja satu sif dengan kasus 02 tersebut, yang pada saat itu sudah menunjukkan gejala berupa hilangnya indra penciuman.

Terkait hal itu, pihak RSUD Natuna melakukan tes usap massal pada 2 November 2020, terutama pada tenaga kesehatan yang bertugas di IGD. "Dari tes usap tersebut terjadi penambahan lima kasus positif pada waktu itu," kata dia.

Saat telah terjangkit virus corona, Garid yang merupakan pasien tanpa gejala (OTG) itu tidak mendapatkan penanganan khusus selama diisolasi 15 hari. Garid hanya diberi vitamin C, mengonsumsi vitamin D, kemudian ada zinc dan dianjurkan untuk berjemur setiap hari sekitar 10-15 menit sebelum pukul 09.00 dan sebelum jam 5 sore.

"Saya tidak diberi obat-obatan khusus karena saya tidak bergejala," ujarnya.

Garid juga menyinggung terkait disinformasi yang kerap terjadi mengenai Covid-19 di masyarakat. Dia mengatakan sebagai dokter atau tenaga kesehatan, punya tugas untuk terus mengedukasi masyarakat dan melawan disinformasi yang berkembang di masyarakat. Salah satunya tentang isu-isu atau pertanyaan masyarakat mengenai rumah sakit yang sengaja 'meng-covid-kan' pasien.

Sebagai seorang dokter dan seorang yang pernah terjangkit Covid-19, dia menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar karena setiap diagnosis yang dibuat pihak rumah sakit pasti ada data yang bisa dipertanggungjawabkan. Garid berpesan khususnya kepada masyarakat Kabupaten Natuna untuk tidak panik dan takut berlebihan. Masyarakat harus waspada dan tidak lengah sebab Covid-19 bisa menyerang siapa saja.

"Siapa saja, apapun profesinya, bisa terinfeksi Covid-19 yang kebanyakan tidak bergejala. Jadi, yang paling penting adalah terus patuhi protokol kesehatan, makan makanan yang bergizi dan rajin berolahraga," kata Garid.
                               

                               

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA