Selasa 18 Aug 2020 21:06 WIB

Terpapar Covid-19, Kantor Harus Sering Disemprot Disinfektan

Rapid test massal dilakukan terhadap ratusan ASN Pemkot Bandar Lampung

Rep: mursalin yasland/ Red: Hiru Muhammad
Kantor Pemkot Bandar Lampung.
Foto: Antara
Kantor Pemkot Bandar Lampung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG-–Beberapa pejabat di Provinsi Lampung terpapar positif Covid-19, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung meminta masing-masing kantor yang pegawainya terpapar corona disemprot disinfektan secara rutin, dan menjalani protokol kesehatan yang ketat.

“Kantornya harus disemprot disinfektan sesering mungkin, dan juga menjalankan protokol kesehatan setiap aktivitas kantor,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung dr Reihana di Bandar Lampung, Selasa (18/8), menanggapi banyaknya pejabat di lingkungan pemkab dan pemkot di Lampung terpapar corona.

Dia mengatakan, kantor yang pegawainya terkonfirmasi positif Covid-19, hendaknya dilakukan penyemprotan cairan disinfektan secara rutin. Selain itu, pengaturan penggunaan lift kalau gedung kantor bertingkat, dengan tidak menyentuh tombol, dan pengaturan tangga kantor yang naik dan turun terpisah, serta melakukan rapat kantor secara daring atau virtual.

Disamping itu, Reihana, yang juga juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung mengatakan, sebagaimana diinstruksikan gubernur Lampung untuk tetap menjaga dan menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Diantaranya tidak meninggalkan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, serta menghindari kerumunan.

Selanjutnya, dia menjelaskan, kantor yang terpapar karyawannya terkonfirmasi positif  hendaknya menerapakan bekerja dari rumah secara berkala, membersihkan mesin pendingin ruangan, dan juga peralatan kantor dan makan. Kemudian, ujar dia, yang terpenting juga pengaturan jam kerja yang tidak panjang.

Beberapa hari lalu, wakil bupati Waykanan dan juga enam pejabat Pemkab Waykanan terpapar  Corona setelah melakukan perjalanan ke Jakarta pada 4-6 Agustus 2020. Wabup Waykanan Edward Antony setelah dirawat di ruang isolasi RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung, meninggal dunia pada 15 Agustus 2020. Sedangkan enam pejabat lainnya masih dirawat dan isolasi.

Sedangkan di Gedung Pemkot Bandar Lampung berlantai sembilan juga seorang pejabat yang terpapar Covid-19. Terpaparnya seorang aparatur sipil negara (ASN)  tersebut, membuat Pemkot Bandar Lampung melakukan tracing dan rapid test kepada ASN lainnya yang berkontak langsung dengan pasien tersebut.

Rapid test massal dilakukan ratusan ASN Pemkot Bandar Lampung digelar Selasa (18/8). Dinkes Bandar Lampung menyiapkan 250 alat rapid test dan 10 tenaga medis. “Ini (rapid test) atas inisiatif Wali Kota Bandar Lampung Herman HN,” kata Kepala Dinkes Bandar Lampung Edwin Rusli, Selasa (18/8). 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement