Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Sumut Anggarkan Rp 500 Miliar Tangani Covid-19 Tahap II

Kamis 02 Jul 2020 11:26 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Petugas berjaga di perbatasan Medan-Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, Sumatra Utara, untuk menekan mobilitas warga demi mencegah penyebaran Covid-19.

Petugas berjaga di perbatasan Medan-Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, Sumatra Utara, untuk menekan mobilitas warga demi mencegah penyebaran Covid-19.

Foto: ANTARA/Septianda Perdana
Anggaran tersebut digunakan untuk kesehatan dan jaring pengaman sosial warga miskin.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Pemprov Sumut) menyiapkan anggaran sebesar Rp 500 miliar untuk percepatan penanganan Covid-19 tahap II. "Pada Juli 2020 Provinsi Sumut sudah memasuki masa penanganan tahap II dalam penanggulangan Covid-19. Saat ini sudah menyediakan anggaran untuk penanganan tahap II yang jumlah tidak jauh berbeda dengan tahap I lalu yakni sekitar Rp 500 miliar," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Mayor Kes dr Whiko Irwan, Kamis (2/7).

Anggaran tersebut, kata Whiko, digunakan pada bidang kesehatan, jaring pengaman sosial (JPS) untuk warga miskin baru yang terdampak pandemi Covid-19, serta stimulus ekonomi yang juga menjadi prioritas. Menurut Whiko, banyak pelajaran dan pengalaman berharga yang dapat diambil dari penanganan tahap I. Di mana pembatasan kegiatan perekonomian, transportasi, pendidikan dan sosial budaya tidak dapat menghilangkan wabah Covid-19, tetapi justru berdampak besar bagi masyarakat dan pemerintah.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga merosot, banyak usaha yang harus tutup karena tidak ada konsumen di samping dari kebijakan pemda setempat. Untuk itu menjelang akhir penanganan tahap I, pemerintah sangat menyadari kesulitan masyarakat di masa pandemi Covid-19.

"Sebab masyarakat juga harus tetap makan, ekonomi harus tetap jalan, industri harus tetap berproduksi, transportasi harus menjalankan armadanya, dan pendidikan harus tetap diberikan pada anak-anak kita," ujar Whiko.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA