Jumat 14 May 2021 11:11 WIB

Pelayanan Kesehatan Bergerak Sulbar Sentuh Wilayah Terpencil

Wilayah Sulbar masih memiliki sejumlah daerah terpencil yang sulit dijangkau.

Seorang anak mendapatkan suntikan vaksin DPT (Difteri, pertusis dan tetanus) di ayanan Puskesmas Pembantu (ilustrasi)
Foto: BUDI CANDRA SETYA/ANTARA
Seorang anak mendapatkan suntikan vaksin DPT (Difteri, pertusis dan tetanus) di ayanan Puskesmas Pembantu (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU -- Program pelayanan kesehatan bergerak yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Barat menyentuh sejumlah wilayah terpencil di wilayah Kabupaten Mamuju. "Di Sulbar masih memiliki sejumlah daerah terpencil yang sulit dijangkau baik melalui transportasi darat, laut maupun udara," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Provinsi Sulbar drg. Asran Masdy, di Mamuju, Kamis (6/5).

Ia mengatakan, kondisi tersebut menyebabkan masyarakat setempat sulit untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan. "Disamping itu masyarakat di wilayah terpencil memiliki taraf hidup menengah ke bawah, sehingga membutuhkan perhatian pelayanan kesehatan lebih dari pemerintah daerah," ujarnya.

Baca Juga

Oleh karena itu Dinkes Sulbar memiliki peranan penting dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat setempat. "Pelayanan kesehatan bergerak merupakan salah satu langkah pemerintah melalui Dinkes Sulbar menyukseskan program Indonesia Sehat, dengan memberikan pelayanan kesehatan di wilayah terpencil," katanya.

Menurut dia, program pelayanan kesehatan bergerak memiliki tujuan utama yakni terselenggaranya upaya kesehatan yang tercapai, terjangkau dan bermutu untuk menjamin terselenggaranya pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. "Strategi untuk mencapai masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat adalah meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas sehingga pelayanankesehatan bergerak diwujudkan," katanya.

Untuk itu, telah dibuat tim untuk mendukung program ini dan dilaksanakan melalui pendekatan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan karakteristik masing-masing daerah dan kebutuhan masyarakat setempat," katanya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement