Jumat 15 Jan 2021 15:03 WIB

PLN Berhasil Pulihkan 463 Gardu Distribusi di Sulawesi Barat

Gempa menyebabkan aliran listrik di sebagian wilayah Sulawesi Barat terputus.

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Nidia Zuraya
Warga melintasi tiang listrik yang melintang di jalan raya pascagempa bumi, di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021).
Foto: Antara/Akbar Tado
Warga melintasi tiang listrik yang melintang di jalan raya pascagempa bumi, di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- PT PLN (Persero) gerak cepat memulihkan kelistrikan di daerah terdampak bencana pasca gempa susulan dengan magnitudo 6,2 skala richter (SR) yang mengguncang Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) yang mengguncang Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) pada Jumat (15/1) dini hari.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UIW Sulselrabar) Awaluddin Hafid mengatakan, perseroan telah menerjunkan sebanyak 123 personel untuk memulihkan kelistrikan terdampak gempa tersebut. Sehingga sebanyak 463 gardu distribusi berhasil dinormalkan.

Baca Juga

“Kami terus berupaya agar listrik dapat segera menyala. Tim saat ini sedang berupaya di lapangan untuk melakukan pemulihan, ditambah dari beberapa daerah juga akan bergabung membantu pemulihan. Mohon doanya agar semua lancar,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Jumat (15/1).

Kemudian, ia melanjutkan sudah mengirimkan personel tambahan yang berasal dari Pinrang, Parepare, Palopo dan Palu untuk membantu upaya pemulihan tersebut. Tidak hanya personel perlengkapan dan material seperti genset kapasitas kecil, lampu emergensi dan mobil layanan teknik turut dikerahkan ke daerah-daerah terdampak gempa.

Ia menambahkan gempa menyebabkan aliran listrik di sebagian wilayah Sulawesi Barat terputus. Hal ini mengakibatkan sebanyak 872 gardu distribusi di Kabupaten Majene dan Mamuju padam. Namun, berkat kesigapan petugas di lapangan 463 gardu distribusi berhasil dinormalkan.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement