Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Pabrik Gula di Bombana Diresmikan

Selasa 27 Oct 2020 07:20 WIB

Rep: Fitrianto/ Red: Bilal Ramadhan

Pengusaha H Syamsuddin Andi Arsyad yang merupakan pemilik pabrik gula di Bombana, Sulawesi Tenggara, melaksanakan ibadah umrah di tanah suci Makkah, Arab Saudi.

Pengusaha H Syamsuddin Andi Arsyad yang merupakan pemilik pabrik gula di Bombana, Sulawesi Tenggara, melaksanakan ibadah umrah di tanah suci Makkah, Arab Saudi.

Foto: Istimewa
Dalam operasinya, kebun dan pabrik itu dapat menyerap maksimal 15 ribu tenaga kerja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik gula di Bombana, Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu. Pemilik pabrik gula di Bombana, H Syamsuddin Andi Arsyad pun melaksanakan ibadah umrah di tanah suci Makkah, Arab Saudi.

“Sebagai wujud dari rasa syukur atas peresmian pabrik gula oleh bapak Presiden, kami melaksanakan ibadah umrah. Semoga pabrik gula bisa beroperasi dengan baik dan berproduksi maksimal, sehingga bisa memenuhi harapan pemerintah untuk memasok kebutuhan dalam negeri,” ujar H Syamsuddin Andi Arsyad yang akrab dipanggil Haji Isam dalam rilisnya, Senin (26/10).

Menurut Haji Isam yang dikenal religius, investasi yang ditanamkan untuk membuka kebun tebu dan membangun pabrik gula terintegrasi tersebut, memiliki kapasitas produksi yang sangat besar. Oleh karena itu, Dia akan mengoperasikan pabrik dengan usaha keras dan tetap berdoa.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo telah meresmikan pabrik gula dan sekaligus meninjau lokasi panen tebu dan pabrik gula milik Haji Isam yang berada di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, pada Kamis (22/10) lalu. Pabrik dengan kapasitas produksi yang tergolong besar di Indonesia tersebut dioperasikan oleh PT Prima Alam Gemilang dengan teknologi modern yang didukung otomatisasi.

Pabrik yang diimulai pembangunannya tiga tahun lalu ini, mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Dalam operasinya, kebun dan pabrik itu dapat menyerap maksimal 15 ribu tenaga kerja.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA