Sabtu 18 Jul 2020 22:43 WIB

BPBD Konawe: Banjir Meluas Hingga 49 Desa di 16 Kecamatan

Sebanyak 2.719 kepala keluarga (KK) 8.314 jiwa terdampak.

Pengendara menerobos banjir di jalan Trans Sulawesi yang terendam banjir di Kecamatan Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara, Jumat (17/7/2020). Jalan Trans Sulawesi penghubung antara Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah tersebut rusak akibat banjir luapan Sungai Konaweha.
Foto: Antara/Jojon
Pengendara menerobos banjir di jalan Trans Sulawesi yang terendam banjir di Kecamatan Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara, Jumat (17/7/2020). Jalan Trans Sulawesi penghubung antara Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah tersebut rusak akibat banjir luapan Sungai Konaweha.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyatakan berdasarkan data sementara warga terdampak banjir yang terjadi di daerah itu meluas hingga ke 49 desa/kelurahan di 16 kecamatan.

Kepala BPBD Konawe, Herianto Pagala, mengatakan, akibat banjir yang melanda daerah tersebut, kini sebanyak 2.719 kepala keluarga (KK) 8.314 jiwa terdampak.

Baca Juga

"Hari ini 18 Juli 2020 desa yang terdampak manjadi 49 desa dan 16 kecamatan. Akibat banjir ini sebanyak 1.154 KK mengungsi di Balai Desa, Gereja, pinggir jalan, rumah keluarga, gedung SMP dan tempat pengilingan," kata Herianto di Konawe.

Herianto mengungkapkan, sebanyak empat desa di dua kecamatan yang terdampak paling parah adalah Desa Laloika, Desa Ambulanu, Desa Wonua Monapa Kecamatan Pondidaha, dan Desa Waworaha Kecamatan Lambuya.

"Desa yang masih terisolasi akibat banjir tersebut adalah Desa Aleuti Kecamatan Padangguni dan Desa Lalomerui, Kecamatan Routa," kata Herianto.

Herianto memaparkan ke-16 kecamatan tersebut adalah Kecamatan Pondidaha, Wonggeduku, Lambuya, Tongauna Utara, Abuki, Bondoala, Puriala, Tongauna, Padangguni, Anggaberi, Roauta, Anggotoa, Kapoiala, Sampara, Amonggedo, dan Wawotobi.

Sementara ke-49 desa terdampak di antaranya di Kecamatan Pondidaha yakni Desa Laloika 75 KK, Desa Wonua Monapa 161 KK, Desa Ahuwawatu 56 KK, Desa Sulemandara 113 KK, Desa Lalonggotomi 162 KK, Keluarahan Pondidaha 30 KK, Desa Belatu 37 KK, Desa Mundudowu 26 KK, Desa Amesiu 15 KK, Desa Ambulaanu 140 KK.

Di Kecamatan Wonggeduku, Desa Dawi-dawi 183 KK, Desa Lalousu 100 KK, Kelurahan Puuduria 77 KK, Desa Langgonawe 77 KK, Desa Bendewuta 230 KK. Selnjutnya di Kecamatan Lambuya, Desa Waworaha 488 KK. Kemudian di Kecamatan Tongauna Utara yaitu Desa Olo Onua 50 KK.

Di Kecamatan Abuki yaitu Desa Anggoro 44 KK, Unaasi Jaya 9 KK. Kemudian di Kecamatan Bondoala yaitu Desa Rumbia 36 KK, Desa Lalonggaluku 9 KK, Desa Rambu Kongga 132 KK, Desa Pebunoha 11 KK, Desa Pebunoha Dalam 5 KK, Desa Diolo 25 KK, Kelurahan Laosu Jaya 34 KK, Kelutahan Lausu 45 KK.

Selanjutnya di Kecamatan Puriala yaitu Desa Wonua Morome 4 KK, Desa Watusa 20 KK, Kelurahan Watundehoa 62 KK, Desa Puusangi 16 KK.

Di Kecamatan Tongauna yaitu Desa Andeposandu 20 KK. Kemudian Kecamatan Pandangguni yaitu Desa Aleuti 23 KK, Desa Lerehoma 52 KK. Selanjutnya Kecamatan Anggaberi yaitu Desa Wunduongohi 97 KK, kelurahan Unaasi 3 KK. Kemudian dikecamatan Routa yaitu Desa Lalomerui 92 KK.

Di Kecamatan Anggotoa yaitu Desa Analahumbuti 55 KK. Kemudian Kecamatan Kapoiala yaitu Desa Muara Sampara 7 KK, Desa Lamendoro 50 KK, Desa Lalimbue 15 KK, Desa Kapoiala Baru 55 KK. Selanjutnya di Kecamatan Sampara yaitu Desa Bao-bao 9 KK, Kelurahan Sampara 4 KK, Desa Andepali 2 KK, Desa Andadowi 6 KK, Desa Polua 40 KK. Di Kecamatan Amonggedo yaitu Desa Dungguu 34 KK dan Kecamatan Wawotobi yaitu Kelurahan Palarahi 21 KK.

Herianto Pagala mengatakan dari data tersebut 120 jiwa bayi terdampak, balita 475 jiwa, lansia 445 jiwa, dan ibu hamil 85 jiwa dan disabilitas 1 jiwa.

Selain merendam rumah warga, banjir di Kabupaten Konawe tersebut juga merendam tanaman padi, tanaman cokelat, serta tanaman sayur dan hortikultura yang luasnya mencapai puluhan hektare, seperti di Desa Sulemandara, Desa Ambulaanu, Desa Dawi-dawi, Desa Langgonawe, dan Desa Bendewutu, Desa Puusangi.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement