Kamis 30 Jun 2022 20:17 WIB

Kapolda Akui Gangguan KKB di Papua Meningkat

Selama semester I 2022 tercatat ada 44 kasus gangguan KKB di Papua.

Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri.
Foto: Antara
Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri mengakui bahwa gangguan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) selama semester I mengalami peningkatan. Ia membandingkan kenaikannya dengan periode yang sama di 2021.

Selama semester I di 2022 memang terjadi tercatat 44 kasus gangguan KKB. Yaitu berupa penembakan, kontak tembak, penganiayaan, pembakaran dan perampasan senjata api. Sedangkan di semester I 2021 tercatat 33 kasus, kata Irjen Pol Fakhiri dalam refleksi satu semester di Jayapura, Kamis (30/6/2022).

Baca Juga

Diakui, dari 44 kasus gangguan keamanan yang disebabkan KKB terbanyak terjadi di Kabupaten Puncak yakni 20 kasus, Pegunungan Bintang dan Nduga masing-masing lima kasus. Kabupaten Yahukimo dan Intan Jaya masing-masing tiga kasus, sedangkan Kabupaten Puncak Jaya, Mimika, Paniai, Nabire, Jayawijaya dan Deiyai masing-masing satu kasus.

Adapun korban tercatat 12 warga sipil, tujuh anggota TNI dan seorang anggota Polri serta KKB empat orang. Polda sudah berulang kali mengingatkan agar anggota yang bertugas di daerah rawan senantiasa waspada dan tidak lengah, demikian pula kepada warga sipil. Terutama yang berprofesi sebagai tukang ojek karena banyak di antara mereka yang menjadi korban.

"Selalu waspada dan jangan mudah terpancing karena nyawa menjadi taruhannya," ucap Irjen Pol Fakhiri.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement