Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Bank Papua: Pelonggaran Aktivitas Masyarakat Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Ahad 29 May 2022 11:20 WIB

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi

Pembeli bertransaksi menggunakan barcode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) saat transaksi non tunai di Pasar Remu Kota Sorong, Papua Barat, Kamis (2/12/2021) (ilustrasi). PT Bank Pembangunan Daerah Papua atau Bank Papua menyampaikan, kondisi memasuki masa endemi yang ditandai dengan pelonggaran penggunaan masker diperkirakan dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi di Bumi Cendrawasih.

Pembeli bertransaksi menggunakan barcode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) saat transaksi non tunai di Pasar Remu Kota Sorong, Papua Barat, Kamis (2/12/2021) (ilustrasi). PT Bank Pembangunan Daerah Papua atau Bank Papua menyampaikan, kondisi memasuki masa endemi yang ditandai dengan pelonggaran penggunaan masker diperkirakan dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi di Bumi Cendrawasih.

Foto: ANTARA/Olha Mulalinda
Membaiknya ekonomi mendorong peningkatan penyaluran kredit bank.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- PT Bank Pembangunan Daerah Papua atau Bank Papua menyampaikan, kondisi memasuki masa endemi yang ditandai dengan pelonggaran penggunaan masker diperkirakan dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi di Bumi Cendrawasih.

Direktur Bisnis Bank Papua Sadar Sebayang di Jayapura, Ahad (29/5/2022), mengatakan, dengan pelonggaran aktivitas masyarakat maka pemulihan ekonomi bisa berangsur cepat. "Berdasarkan hasil evaluasi pemerintah kini mulai dalam masa beralih dari pandemi ke endemi Covid-19," kata dia.

Baca Juga

Menurut Sadar, dengan kondisi Covid-19 yang sudah mulai membaik di seluruh Indonesia khususnya Papua maka perekonomian pun akan segera pulih. "Sebagai lembaga keuangan Bank Papua menyambut baik pelonggaran aktivitas masyarakat, sehingga bisa mengoptimalkan mobilisasi masyarakat yang pada akhirnya memberikan peningkatan perekonomian masyarakat," ujarnya.

Menurut data Bank Indonesia, perekonomian Papua pada kuartal IV 2021 tumbuh sebesar 17,16 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,02 persen yoy). Pertumbuhan tersebut juga lebih tinggi dibadingkan kuartal III 2021 yang tercatat sebesar 14,89 persen (yoy).

Dia menjelaskan jika situasi ini terus membaik maka masyarakat semakin membutuhkan dana untuk keperluan sehari-hari. "Pada akhirnya kami sebagai lembaga keuangan perbankan bisa lebih optimal lagi memberikan suport dengan adanya pelonggaran," katanya.

Situasi kini pertumbuhan perekonomian di Papua akan semakin baik dan termasuk dengan kredit di Bank Papua akan berdampak peningkatan pemberian kredit oleh perbankan.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA