Wednesday, 7 Zulhijjah 1443 / 06 July 2022

KPHP Fasilitasi Masyarakat Sorong Produksi Teh Gaharu

Kamis 19 May 2022 13:59 WIB

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi

Petani melakukan perawatan rutin tanaman gaharu (ilustrasi). Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Unit II Sorong melakukan pendampingan serta fasilitas bagi masyarakat setempat untuk memproduksi teh gaharu.

Petani melakukan perawatan rutin tanaman gaharu (ilustrasi). Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Unit II Sorong melakukan pendampingan serta fasilitas bagi masyarakat setempat untuk memproduksi teh gaharu.

Foto: Antara/Prasetia Fauzani
Pengembangan teh gaharu agar masyarakat tidak hanya hidup dengan menjual kayu.

REPUBLIKA.CO.ID, SORONG -- Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Unit II Sorong melakukan pendampingan serta fasilitas bagi masyarakat setempat untuk memproduksi teh gaharu.

Kepala KPHP Unit II Sorong Melkianus Su di Sorong, Kamis (19/5/2022), mengatakan, KPHP melakukan pendampingan dan fasilitas terhadap masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani hutan (KTH) Distrik Klaili untuk memproduksi teh gaharu.

Baca Juga

Dia mengatakan, teh gaharu berbahan baku daun kayu gaharu. Sebanyak 60 kilogram daun kayu gaharu mentah menghasilkan satu kilogram teh.

Menurut dia, produksi dilakukan oleh masyarakat KTH Distrik Klaili, sedangkan KPHP hanya sebagai fasilitator dan menyediakan kemasan produk, izin, serta membantu pemasaran.

Ia mengatakan teh gaharu produk KTH Distrik Klaili sudah memperoleh izin serta label halal dan sudah dipasarkan secara luas. Namun, pemasaran produk teh gaharu tersebut masih terbatas di daerah setempat (lokal).

"Kami terus membangun kerja sama dengan semua pihak agar produk teh gaharu dari Kabupaten Sorong bisa dipasarkan di luar Papua, bahkan di dunia internasional," ujarnya.

Melkianus menyampaikan, bahwa program tersebut merupakan program pemberdayaan masyarakat di kawasan hutan produksi agar masyarakat tidak hanya hidup dengan menjual kayu, sebab sewaktu-waktu kayu bisa habis. "Program memanfaatkan hasil hutan bukan kayu sebagai bahan baku produk unggulan untuk peningkatan ekonomi masyarakat agar lebih sejahtera dan hutan tetap lestari," ujarnya.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA