Monday, 15 Syawwal 1443 / 16 May 2022

Jenazah Prajurit TNI Korban Penembakan di Papua Dipulangkan Kampung Halaman

Sabtu 29 Jan 2022 12:14 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro  / Red: Nashih Nashrullah

Ilustrasi prajurit TNI. Teroris KKB Papua melakukan serentetan serangan dua pekan ini

Ilustrasi prajurit TNI. Teroris KKB Papua melakukan serentetan serangan dua pekan ini

Foto: Antara
Teroris KKB Papua melakukan serentetan serangan dua pekan ini

 REPUBLIKA.CO.ID, TIMIKA— Tiga jenazah prajurit TNI Satgas Kodim YR 408/SBH diterbangkan kembali ke kampung halaman melalui upacara pelepasan yang dipimpin Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Yoga Cahya Prasetya pada Jumat (28/1/2022) malam.

Dalam siaran pers Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Sabtu menyatakan upacara pelepasan tiga jenazah Prajurit TNI Satgas Kodim YR 408/SBH berlangsung di Aula Yonif 754/ENK di Jl  Trans Nabire, Distrik Kuala Kencana Kabupaten Mimika yang dihadiri Dansat TNI-Polri dan 40 orang.

Baca Juga

"Ketiga jenazah Prajurit TNI merupakan personel Satgas Kodim YR 408/SBH yang menjadi korban penembakan yang dilakukan gerombolan KST di Distrik Gome, Kabupaten Puncak," kata Dandim 1710/Mimika, Cahya Prasetya.

Dandim 1710/Mimika bersama peserta upacara yang hadir, melakukan penghormatan terakhir kepada ketiga jenazah. Selanjutnya jenazah diusung dan diantar ke bandara Mozes Kilangin menggunakan mobil jenazah.

Ketiga jenazah prajurit tersebut yaitu Serda M Rizal Maulana Arifin diterbangkan ke Bandung pada pukul 08.18 WIT menggunakan pesawat Batik Air ID-6186.

Sedangkan Pratu Tuppal Halomoan Baresa diterbangkan ke Jambi pada pukul 12.11 WIT menggunakan pesawat Batik Air ID-6187 dan Pratu Pratu Rahman Tomilawa diterbangkan ke Maluku Tengah pada pukul 18.26 WIT menggunakan pesawat Batik Air.

Sementara itu, Panglima TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa, menyatakan, para pelaku penembakan prajurit TNI di Kabupaten Puncak, Papua, hingga meninggal dunia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia mengaku sudah mengantongi nama-nama pelaku dan akan terus melakukan pengejaran.

"Pelaku penembakan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kami sudah memiliki beberapa nama para pelaku penembakan dan kita kejar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujar Andika saat konferensi pers di Mimika, Papua, Jumat (28/1/2022).

Panglima TNI menegaskan, pada saat kejadian semua prajurit TNI melakukan tugas rutin saja. Ketika itu mereka diserang oleh anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB). Andika menyebutkan, apa yang para pelaku lakukan adalah cara-cara yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

"Berdasarkan penjelasan-penjelasan dari beberapa individu yang juga berada di Ilaga kompleks, termasuk barusan juga dengan seluruh jajaran di Kodam Cenderawasih. Intinya, sebetulnya dari pihak TNI tidak ada sedikit pun usaha-usaha yang memprovokasi, tidak ada," kata Panglima TNI.

Menyikapi kejadian tersebut, Panglima TNI mengatakan telah melakukan evaluasi. Dia juga telah melakukan pembahasan tentang apa yang harus dilakukan TNI ke depan, khususnya bagi para prajurit yang bertugas di Papua. Andika mengungkapkan, pihaknya tidak mau melakukan tindakan-tindakan pidana yang melanggar hukum nasional.

"Kalau dari pihak kami, TNI, tidak ada lagi korban yang timbul atau jatuh akibat tindakan-tindakan kami, atau tindakan TNI. Bahkan tidak melakukan tindakan-tindakan pidana yang memang melanggar hukum nasional, Negara Republik Indonesia," jelas Andika. 

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melakukan berbagai serangan terhadap personel TNI-Polri di Papua. Setidaknya dalam sepekan terakhir terjadi dua kali serangan yang dilakukan KKB dan mengakibatkan empat prajurit TNI meninggal dunia. 

Serangan pertama terjadi di perbatasan Kampung Kamat dan Kampung Faan Kahrio, Distrik Aifat Timur Tengah Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Kamis (20/1) pagi.

Saat itu, sejumlah personel TNI sedang memperbaiki jembatan yang rusak. Satu orang prajurit meninggal dunia dan empat prajurit lainnya mengalami luka tembak dalam penyerangan tersebut.

Serangan berikutnya terjadi di Bukit Tepuk, Kampung Jenggernok, Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (27/1) pagi. KKB menyerang Pos Koramil Gome, Satgas Kodim YR 408/Sbh. Tiga personel TNI AD gugur dalam kontak tembak tersebut, dan satu prajurit dalam kondisi kritis akibat luka tembak.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA