Wednesday, 7 Zulhijjah 1443 / 06 July 2022

Satgas: Papua Belajar dari Serangan Kedua Covid-19

Sabtu 13 Nov 2021 20:42 WIB

Red: A.Syalaby Ichsan

Tenaga medis melakukan tes usap antigen kepada calon penonton sebelum memasuki arena cabang olahraga dayung di Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Papua, Jumat (8/10). Dalam gelaran PON XX Papua, Cabor Dayung Rowing menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi pengunjung yang menyaksikan pertandingan dengan mewajibkan menunjukan surat vaksin atau menjalani tes usap antigen sebelum memasuki arena pertandingan sebagai antisipasi penyebaran covid-19 saat gelaran PON XX Papua. Republika/Thoudy Badai

Tenaga medis melakukan tes usap antigen kepada calon penonton sebelum memasuki arena cabang olahraga dayung di Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Papua, Jumat (8/10). Dalam gelaran PON XX Papua, Cabor Dayung Rowing menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi pengunjung yang menyaksikan pertandingan dengan mewajibkan menunjukan surat vaksin atau menjalani tes usap antigen sebelum memasuki arena pertandingan sebagai antisipasi penyebaran covid-19 saat gelaran PON XX Papua. Republika/Thoudy Badai

Foto: Republika/Thoudy Badai
Papua tetap bersiaga karena belajar dari serangan kedua Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Juru bicara Satgas Covid-19 Papua dr Silwanus Sumule mengaku paramedis dan rumah sakit di Papua hingga kini tetap bersiaga terkait penanganan serangan ketiga Covid-19 dengan belajar pengalaman serangan kedua.

"Itu yang menjadi pengalaman dalam penanganan Covid-19 sehingga beberapa rumah sakit sudah melakukan pembenahan termasuk dalam hal penyediaan oksigen," kata Sumule  di Jayapura, Sabtu (13/11).

Kesiapsiagaan rumah sakit dan paramedis itu disebabkan sebelumnya sudah punya pengalaman dalam menangani peningkatan kasus Covid-19 mengingat Papua pernah mengalami lonjakan kasus di bulan Juni hingga September lalu.

Diakui, pengalaman serangan gelombang II menjadi pembelajaran sehingga sejumlah rumah sakit melakukan pembenahan termasuk penambahan fasilitas penunjang. Meski demikian masyarakat diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan terkait Covid-19 mengingat walaupun saat ini kasusnya sudah relatif rendah namun pandemi masih merebak.

"Selain itu bagi yang belum divaksin hendaknya segera divaksin COVID-19 agar daya tahan tubuh meningkat," kata Silwanus Sumule.

Kasus Covid 19 di Papua hingga Sabtu (6/11) yang dirawat tercatat 96 orang tersebar di 11 kabupaten.Sebelas kabupaten yang warganya terpapar COVID-19 yakni Kabupaten Keerom, Mimika, Biak, Kota Jayapura, Merauke, Kab Jayapura, Jayawijaya, Asmat, Puncak Jaya, Mappi dan Kab Boven Digul

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA