Sabtu 18 Sep 2021 19:28 WIB

TNI Masih Cari Satu Nakes yang Hilang di Kiwirok

Petugas dan warga masih cari satu nakes yang hilang pascapenyerangan KKB di Kiwirok.

Teroris Kelompok Kriminal Bersenjata membakar fasilitas umum di Distrik Kiwirok, Papua.
Foto: Antara
Teroris Kelompok Kriminal Bersenjata membakar fasilitas umum di Distrik Kiwirok, Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Dandrem 172/ PWY, Brigjen TNI Izak Pangemanan, mengatakan hingga kini keberadaan tenaga kesehatan atas nama Gerald Sokoy (sebelumnya disebut Gilbert Sokoy) belum diketahui. Aparat keamanan beserta warga sudah berupaya mencari pascapenyerangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kiwirok hingga Sabtu (18/9), namun belum menemukan titik terang.

"Salah satu nakes Marselinus Ola Atanila (35 th) sempat menyatakan mereka sempat lari bersama. Namun, Gerald Sokoy terpencar dan setelah itu tidak diketahui lagi keberadaannya," ujar Brigjen TNI Izak Pangemanan di Jayapura, Sabtu (18/9).

Baca Juga

Izak berharap, Gerald Sokoy selamat dan bersembunyi di suatu tempat. Bila bersembunyi di suatu tempat, Izak berharap GeraldSokoy keluar dan bertemu anggota yang bertugas di Kiwirok.

"Kami sangat berharap yang bersangkutan selamat dan bisa ditemukan," kata Izak Pangemanan.

Sementara itu, jenazah nakes Gabriela Meilan saat ini masih disemayamkan di Koramil Kiwirok menunggu dievakuasi ke Jayapura. Helikopter Caracal yang digunakan untuk evakuasi, pada Sabtu (18/9) tidak terbang ke Kiwirok karena masih mempersiapkan segala sesuatunya setelah mengalami masalah mesin.

"Heli tidak ditembak, karena saya sudah menanyakannya ke kru dan mereka juga tidak mendengar bunyi tembakan saat mengevakuasi sembilan nakes dan satu anggota Yonif 403/WP ke Jayapura, Jumat (17/9), walaupun dari Kiwirok ada laporan terdengar bunyi tembakan," kata Dandrem 172 yang wilayahnya meliputi 12 kabupaten dan kota di Papua.

Sembilan tenaga kesehatan yang dievakuasi yaitu Lukas Luji, Marthinus Deni Setya, Siti Khotijah, Dr Restu Pamanggi, Marselinus Ola Atanila, Patra , Emanuel Abi, Katrianti Tandila dan Kristina Sampe Tonapa serta Pratu Ansar anggota Yonif 403/WP.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement