Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Seorang Prajurit TNI Jatuh ke Pelukan TPNPB-OPM

Jumat 16 Apr 2021 15:55 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Indira Rezkisari

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom

Foto: Dok pribadi
Prajurit TNI memilih bergabung ke OPM sejak Februari 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara (Jubir) Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, menyatakan ada seorang prajurit TNI yang bergabung dengan TPNPB-OPM. Pihak TNI sendiri telah menyatakan tengah melakukan pencarian terhadap yang bersangkutan.

"Lucky Matuan adalah mantan anggota TNI yang bergabung dengan, TPNPB bertugas di Pos Bulapa dan dia juga kembali serang di Pos TNI Bulapa," ujar Sebby saat dikonfirmasi, Jumat (16/4).

Sebby mengatakan, Lucky bergabung ke TPNPB-OPM pada Februari 2021 lalu dan langsung menjadi komandan lapangan. Menurut dia, Lucky bergabung karena dengan pihaknya karena kerap melihat anggota TNI yang suka menembaki masyarakat, termasuk pendeta, di Papua.

"Dia lihat anggota TNI suka tembak masyarakat sipil, termasuk pendeta," kata Sebby.

Menurut Sebby, Lucky pernah menyampaikan Kabupaten Intan Jaya adalah lapangan perang antara TPNPB dengan TNI-Polri. Terkait serangan di Pos TNI Bulapa, Sebby mengatakan, dalam serangan itu pihaknya menembak tiga anggota TNI di pos.

"Dan pasukan kami tidak ada yang jadi korban. Kami semua aman dan kembali ke tempat kami," kata Sebby.

Sebby juga mengatakan, pihaknya meminta TNI-Polri untuk tidak menggunakan tenaga masyarakat sipil untuk memata-matai TPNPB-OPM dengan alasan apapun. Menurut Sebby, pendeta di gereja, guru di sekolah, mantra maupun dokter, tukang bangunakan, ojek, penjual pakaian, dan lainnya digunakan untuk memata-matai.

"Itu cara yang negara ini pakai untuk intelijen dan kami sudah tahu cara-cara itu maka kami tidak segan-segan tembak mati," kata dia.

Sementara itu Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Kol Czi IGN Suriastawa, mengonfirmasi adanya prajurit yang kabur. Prajurit TNI tersebut berasal dari Yonif 410/Alugoro dan telah kabur sejak 12 Februari lalu.

"Kemarin media pendukung OPM memuat berita tentang kaburnya oknum prajurit TNI dari Yonif 410. Walaupun hal itu benar, tetapi kejadiannya tanggal 12 Februari 2021 yang lalu, bukan kejadian baru," kata Suriastawa saat dikonfirmasi terkait hal itu, Jumat (16/4).

Menurut dia, saat kabur dari pos oknum prajurit tersebut tidak membawa senjata apapun. Suriastawa mengatakan, saat ini pencarian dan pengejaran terhadap yang bersangkutan dijadikan prioritas oleh aparat keamanan. "Oknum prajurit tersebut kabur dari pos tanpa membawa senjata dan sampai saat ini tidak jelas keberadaannya," kata dia.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA