Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

TNI Sebut KKSB Bawa Sentimen Agama dalam Aksinya

Selasa 27 Oct 2020 10:26 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Ratna Puspita

Ilustrasi mobil ambulan di Papua] Pihak TNI mengatakan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) menggunakan sentimen agama dalam aksi yang mereka lakukan.

Ilustrasi mobil ambulan di Papua] Pihak TNI mengatakan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) menggunakan sentimen agama dalam aksi yang mereka lakukan.

Foto: Antara/Jeremias Rahadat
TNI mengingatkan KKSB untuk tidak bermain-main dengan SARA.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pihak TNI mengatakan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) menggunakan sentimen agama dalam aksi yang mereka lakukan. Teranyar, anggota KKSB bernama Rubinus Tigau yang meninggal dunia saat aparat melakukan penindakan dikabarkan merupakan seorang katekis.

"Ini sangat disayangkan karena membawa-bawa sentimen agama untuk kepentingan aksinya," kata Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Kol Czi IGN Suriastawa, saat dikonfirmasi, Selasa (27/10). 

Terkait informasi yang menyebut Rubinus Tigau adalah tokoh agama di kampung Jalai, Sugapa, Intan Jaya, Papua, Suriastawa menjelaskan, sasaran sudah diintai lama. Itu dilakukan didasarkan pada informasi yang bersangkutan aktif dalam aksi KKSB. Hal tersebut, dia mengatakan, juga diakui oleh pihak keluarga dan saksi lain. 

Baca Juga

Suriastawa mengatakan, setelah kejadian di Hitadipa, ada kecenderungan korban dari pihak KKSB selalu dikaitkan dengan tokoh agama. Di luar kasus Hitadipa, terdapat tiga kasus yang oleh KKSB dikaitkan dengan tokoh agama, termasuk kejadian pada tanggal 19 Oktober lalu. 

Menurut dia, KKSB melakukan intimidasi untuk mengibarkan bendera bintang kejora sambil berkumpul di rumah-rumah ibadah. "Saya mengingatkan KKSB untuk tidak bermain-main dengan SARA atau suku, agama, ras dan antargolongan," jelas Suriastawa. 

Suriastawa menjelaskan, TNI-Polri sangat menghormati tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat di mana pun, termasuk di Papua. Menurut dia, tidak ada keuntungan yang dapat diambil jika berseberangan dengan tokoh-tokoh itu apalagi membunuhnya. 

Justru, kata dia, TNI-Polri sangat membutuhkan kerja sama para tokoh tersebut. "Karena dengan pengaruhnya yang sangat besar kepada masyarakat, dan seharusnya dapat menjadi contoh tauladan dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam kepatuhannya pada hukum Indonesia," terang dia. 

Sebelumnya, aparat keamanan menindak KKSB hasil pengembangan kasus pengadangan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya pada 19 Oktober lalu. Dari penindakan itu, satu orang anggota KKSB, Rubinus Tigau, meninggal dan pihak keluarga disebut mengakui yang bersangkutan aktif dalam KKSB selama setahun terakhir. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA