Kamis 15 Oct 2020 00:35 WIB

Museum Siwalima Maluku Hidupkan Lagi Permainan Tradisional

Museum Siwalima menggelar lomba permainan tradisional untuk peringati hari museum.

Anak-anak bermain permainan tradisional engklek . ilustrasi
Foto: Antara/Arif Firmansyah
Anak-anak bermain permainan tradisional engklek . ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON -- Museum Negeri Siwalima Provinsi Maluku menghidupkan kembali kecintaan pada permainan tradisional dalam rangka memperingati Hari Museum Indonesia ke 5. Hari museum diperingati tanggal 12 Oktober.

"Museum Siwalima menyelenggarakan kegiatan lomba permainan tradisional yaitu egrang batok untuk tingkat Sekolah Dasar dan lompat karung untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama. Kegiatan ini sejalan dengan tugas fungsi museum untuk mendokumentasikan dan melestarikan benda alam dan buatan manusia," kata Kepala Museum Negeri Siwalima, Jean Saiya, Rabu (14/10).

Baca Juga

Ia mengatakan, permainan tradisional merupakan permainan yang dilakukan dengan berpegang teguh pada norma, adat kebiasaan. Permainan sudah ada secara turun temurun dan bisa menciptakan rasa senang dan riang gembira bagi anak-anak yang melakukan permainan tersebut.

Masyarakat Indonesia di masa lalu sampai saat ini biasanya memanfaatkan bahan alam untuk menciptakan alat permainan dan mereka melakukan permainan ini secara bersama atau beramai-ramai.

"Disadari sungguh, bahwa kemajuan teknologi di era globalisasi ini tidak bisa dibendung lagi. Dengan adanya kemajuan teknologi cepat ataupun lambat akan menggeser permainan tradisional," katanya.

Dikatakannya kini permainan anak-anak kemudian beralih menggunakan perangkat elektronik, komputer, dan perangkat seluler, yang kemudian menggeser rasa sosial dari jiwa anak dan kemudian tumbuh rasa individual dalam diri anak tersebut.

Jean mengakui, sejalan dengan pandemi COVID– 19 yang melanda dunia dan juga Kota Ambon,sebagian besar aktifitas anak-anak terhenti. Maka dari itu, penting untuk kembali menghidupkan kecintaan anak-anak akan permainan tradisional.

"Kegiatan ini juga merupakan upaya memupuk jiwa sportivitas dan jiwa sosial anak-anak sejak dini, " ujarnya.

Lomba permainan tradisional terlaksana dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang diatur oleh Pemerintah. Kegiatan ini juga didukung komite permainan rakyat dan olahraga tradisional, guru pendamping dan orang tua dengan menerapkan protokol kesehatan.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement