Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

Presiden Jokowi: Tepi Sungai Kapuas dan Melawi Perlu Ditanami Pohon

Rabu 08 Dec 2021 14:01 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Suasana permukiman masyarakat yang terendam banjir di tepian Sungai Kapuas, Sintang, Kalimantan Barat (ilustrasi)

Suasana permukiman masyarakat yang terendam banjir di tepian Sungai Kapuas, Sintang, Kalimantan Barat (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Jessica Helena Wuysang
Penanganan banjir perlu dilakukan untuk jangka menengah dan panjang.

REPUBLIKA.CO.ID, SINTANG -- Presiden Joko Widodo mengatakan wilayah hulu tepi sungai Kapuas dan Melawi Kalimantan Barat perlu ditanami pohon untuk mengatasi bencana banjir dalam jangka panjang. "Saya perintahkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta perusahaan besar melakukan penyemaian untuk penanaman pohon," kata Jokowi, usai meninjau pembangunan tanggul dari tabung pasir (geotube), di Sintang Kalbar, Rabu (8/12).

Jokowi menyampaikan pembangunan tanggul dari geotube yang di isi pasir itu untuk mengatasi banjir jangka pendek di Sintang. "Saya meninjau bangunan infrastruktur geotube penanganan banjir jangka pendeknya, buat tanggul dari geotube di isi dengan pasir untuk mengurangi banjir yang ada," ujarnya.

Baca Juga

Menurut Presiden selain itu perlu penanganan banjir untuk jangka menengah dan panjang. "Hujan ekstrem terjadi juga kerusakan daerah aliran sungai, jadi kita akan siapkan penanaman pohon daerah yang berada di sungai Kapuas dan Melawi," kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga menegaskan perlunya perbaikan area utamadi hulu. "Kita akan perintahkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta perusahaan besar untuk membuat persemaian, untuk penghijauan," tegas Jokowi.

Usai meninjau pembangunan geotube, Presiden Jokowi melakukan penanaman pohon di Kelurahan Kedabang Kecamatan Sintang Kalimantan Barat. Kunjungan Presiden Joko Widodo di Sintang, di dampingi sejumlah menteri dan Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, Gubernur Kalbar Sutarmidji, Bupati Sintang Jarot Winarno dan sejumlah pejabat penting lainnya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA