Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Pembatasan Kegiatan Masyarakat Balikpapan Bakal Diperpanjang

Senin 25 Jan 2021 03:31 WIB

Red: Muhammad Fakhruddin

Pembatasan Kegiatan Masyarakat Balikpapan Bakal Diperpanjang (ilustrasi).

Pembatasan Kegiatan Masyarakat Balikpapan Bakal Diperpanjang (ilustrasi).

Foto: ANTARA/Asep Fathulrahman
Setiap hari masih ditemukan rata-rata 120 kasus positif baru Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID,BALIKPAPAN -- Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Balikpapan yang juga Wali kota setempat Rizal Effendi menyatakan, jika kasus penularan COVID-19 tidak turun maka pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) kemungkinan diperpanjang.

Saat ini setiap hari masih ditemukan rata-rata 120 kasus positif baru COVID-19 sejak awal Januari 2021. Selama sepakan ini juga sudah diberlakukan PPKM.

Sebelum Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 rata-rata jumlah kasus baru di Balikpapan hanya 30-an kasus per hari, ujarnya di Balikpapan, Ahad (25/1).

Lonjakan kasus setelah Tahun Baru ini membuat ruang perawatan di 9 RS yang menangani pasien COVID-19 penuh dengan cepat yang memaksa Satgas mencari tambahan ruang perawatan baru. Di pertengahan pekan lalu kemudian bergabung 2 rumah sakit lagi untuk memberi tambahan ruang perawatan.

Pemkot Balikpapan menerapkan PPKM mulai 15 Januari hingga 29 Januari 2021. Dalam masa PPKM ini diterapkan jam malam. Mulai pukul 22.00 Wita tempat-tempat usaha sudah harus tutup dan warga diharapkan sudah ada di rumah masing-masing.

Antara pukul 21.00-22.00 sebagian petugas sudah berpatroli untuk mengingatkan warga, dan setelah pukul 22.00 untuk menertibkan warga yang masih beraktivitas.

Selama masa PPKM ini juga petugas gabungan terpaksa menghentikan pesta perkawinan yang mengundang banyak orang meskipun masih terlihat mematuhi protokol kesehatan dengan hadirin mengenakan masker dan disediakan tempat cuci tangan.

Ada juga pesta remaja di pinggir kolam renang yang digerebek petugas.

“Saat ini kita mulai mengetatkan orang yang masuk Balikpapan. Di perbatasan dan di gerbang kota seperti di Km 23 Jalan Soekarno-Hatta, di Jalan Mulawarman, Teritip, dan di Pelabuhan Ferry Kariangau akan ada petugas yang secara acak memilih warga untuk menjalani rapid test antigen,” kata Wali Kota Rizal Effendi.

Warga luar Balikpapan yang hasilnya reaktif selain direkomendasikan untuk tes swab sebagai lanjutan tes rapid, juga dilarang masuk Balikpapan.

Sementara itu, pada Ahad 24/1 laporan Satgas menyebutkan ada penambahan 102 kasus positif baru dengan 5 kasus kematian.

Dari jumlah itu sebanyak 43 kasus terkonfirmasi positif dengan riwayat suspek, 2 kasus dari warga dengan KTP luar Balikpapan dan 2 kasus terkonfirmasi positif dengan riwayat pelaku perjalanan.

Kemudian terdapat 22 kasus terkonfirmasi positif dengan riwayat orang tanpa gejala (OTG), 1 kasus diantaranya masih usia anak dan 8 kasus dengan KTP luar daerah.

Juga 35 kasus terkonfirmasi positif dengan riwayat tracing kontak erat, 5 kasus diantaranya usia anak. “Kita juga ada 115 pasien sembuh,” kata Wali Kota Rizal.

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA