Saturday, 2 Safar 1442 / 19 September 2020

Saturday, 2 Safar 1442 / 19 September 2020

105 Pedagang Pasar Baru Jalani Rapid Test

Ahad 09 Aug 2020 10:40 WIB

Red: Indira Rezkisari

Petugas kesehatan melakukan tes cepat (rapid test) Covid-19.

Petugas kesehatan melakukan tes cepat (rapid test) Covid-19.

Foto: ANTARA /Destyan Sujarwoko
Banyak pedagang di Pasar Baru yang belum kembali jualan.

REPUBLIKA.CO.ID, BALIKPAPAN -- Sebanyak 105 pedagang dari 600 orang yang aktif berjualan di Pasar Baru, Jalan Jenderal Sudirman, Klandasan, Balikpapan, Kalimantan Timur, menjalani rapid test Covid-19. Rapid test itu digelar menyusul meninggalnya seorang pedagang di pasar pada Jumat (9/8).

“Memang banyak pedagang yang belum kembali berjualan setelah Idul Fitri,” kata Bambang dari Manajemen Pasar Baru, Ahad (9/8).

Dinas Kesehatan Kota Balikpapan menargetkan bisa memeriksa hingga 250 orang dalam tes yang berlangsung pada Sabtu (8/8) mulai dari pagi hingga siang tersebut.

Sementara itu, pada Ahad pagi banyak pedagang yang memilih menutup kios atau tokonya untuk sementara. “Sebab sepi juga mas kalau jualan. Orang mungkin takut sementara ke sini,” kata seorang pedagang.

Di sisi lain, masih ditemukan pedagang dan pembeli yang tidak taat protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Mereka didapati tidak mengenakan masker.

“Sudah kami ingatkan agar pakai masker, rajin cuci tangan, jaga jarak. Nah ada kejadian meninggal sekarang, pasarnya jadi sepi, pedagang juga yang rugi,” kata seorang petugas.

Di sisi lain, menurut Bambang, pedagang yang meninggal tersebut sebenarnya sudah tidak berjualan selama sebulan terakhir. Itu pun yang dikenal sebagai pedagang di Pasar Baru adalah istrinya karena lapak tahu-tempe miliknya ditunggu istrinya.

“Jadi maklum juga kalau banyak orang di lingkungan pasar ini tidak tahu yang mana orangnya yang disebutkan pedagang di Pasar Baru ini, kena Covud-19 lalu meninggal,” jelas Bambang.

Dalam urutan kejadiannya, justru si istri yang pertama sakit dan dirawat di rumah sakit. Si istri dikabarkan hanya harus dirawat dan bukan menderita Covid-19. Suaminya pun tutup berjualan untuk menunggui istrinya tersebut. “Eh yang meninggal malah suaminya itu,” ujar Bambang.








Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA