Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

Harga Sayuran di Trenggalek Naik

Kamis 26 May 2022 20:22 WIB

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi

Pedagang berjualan dengan mengenakan masker dan pelindung wajah (face shield) di pasar tradisional di Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu (13/6/2020). Harga sejumlah sayuran di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, mengalami kenaikan hingga dua kali lipat semenjak menjelang Lebaran lalu.

Pedagang berjualan dengan mengenakan masker dan pelindung wajah (face shield) di pasar tradisional di Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu (13/6/2020). Harga sejumlah sayuran di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, mengalami kenaikan hingga dua kali lipat semenjak menjelang Lebaran lalu.

Foto: ANTARA /Destyan Sujarwoko
Cabai rawit dan bawang merah naik hingga dua kali lipat akibat minimnya pasokan.

REPUBLIKA.CO.ID, TRENGGALEK -- Harga sejumlah sayuran di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, mengalami kenaikan hingga dua kali lipat semenjak menjelang Lebaran lalu. Kenaikan harga diduga akibat minimnya pasokan dalam sebulan terakhir.

"Semua mengalami kenaikan seperti kacang, buncis dan terong. Sampai sekarang belum kunjung turun," kata salah satu pedagang di Pasar Pon Trenggalek, Siti Fatimah di Trenggalek.

Baca Juga

Komoditas yang terus naik dalam dua pekan terakhir adalah cabai dan bawang putih. Harga cabai rawit yang semula, Rp 24 ribu per kilogram kini naik menjadi R p60 ribu per kilogram. Sedangkan harga bawang merah yang semula Rp 25 ribu per kilogram naik menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

"Cabai rawit dan bawang merah naik hingga dua kali lipat akibat minimnya pasokan," katanya.

Harga terong satu kilogram yang biasanya di jual dengan harga Rp 4.000 per kilogram kini naik menjadi Rp 10 ribu. Sedangkan buncis naiknya hampir tiga kali lipat, yakni dari biasanya pedagang menjual Rp 6.000 per kilogram sekarang naik menjadi Rp 16 ribu per kilogram.

Kenaikan harga tersebut berimbas pada daya beli masyarakat untuk membeli bahan pokok. "Biasanya banyak yang beli setengah kilogram cabai rawit atau bawang merah, tapi sekarang pembeli hanya membeli seperempat kilogram," ujar Marmi, pedagang sembako di pasar yang sama.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA