Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

 Peternak Ayam Petelur Berharap Pemerintah Kendalikan Harga Pakan

Sabtu 21 May 2022 04:50 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Peternak ayam petelur di Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengharapkan pemerintah bisa mengendalikan harga pakan yang melambung tinggi. Ilustrasi.

Peternak ayam petelur di Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengharapkan pemerintah bisa mengendalikan harga pakan yang melambung tinggi. Ilustrasi.

Foto: Antara/Muhammad Iqbal
Naiknya harga pakan membuat harga telur ayam ikut meroket

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG - Peternak ayam petelur di Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengharapkan pemerintah bisa mengendalikan harga pakan yang melambung tinggi. Naiknya harga pakan telah menyebabkan melonjaknya harga telur ayam ras.

Pemilik Bina Ternak Farm Sunardi (52) mengatakan para peternak ayam petelur berharap harga pakan ternak bisa stabil agar ada kepastian untuk keberlangsungan usaha. "Sebetulnya pengendalian itu sangat kami harapkan biar harga bisa stabil," kata Sunardi di Kabupaten Malang, Jumat (20/5/2022).

Baca Juga

Menurutnya harga komponen utama untuk pakan ternak berupa konsentrat mengalami kenaikan cukup tinggi selama delapan bulan terakhir. Akibatnya para peternak ayam petelur harus melakukan penyesuaian harga, tapi ada pula peternak yang bangkrut.

Harga konsentrat yang dipergunakan untuk campuran pakan ternak per 50 kilogram berkisar antara Rp 480.000 - Rp 500.000 per kilogram. Harga konsentrat naik perlahan selama delapan bulan terakhir dari harga normal sebesar Rp 380.000 per 50 kilogram.

Sunardi menambahkan harga jagung yang juga dipergunakan untuk campuran pakan ternak sudah mengalami penurunan menjadi Rp 5.000 per kilogram dari sebelumnya berkisar antara Rp 5.500 - Rp 5.700 per kilogram. "Untuk harga jagung, kami sebenarnya tidak meminta murah agar petani juga bisa berjalan. Kami meminta harga yang wajar, artinya petani tidak rugi dan peternak juga tidak terlalu berat untuk membeli," ujarnya.

Ia berharap pemerintah juga bisa mengeluarkan kebijakan yang mendukung keberadaan para peternak ayam petelur. Salah satu yang diharapkan adalah pemenuhan kebutuhan jagung untuk pakan ternak di dalam negeri sebelum melakukan ekspor. "Kebutuhan dalam negeri dipenuhi terlebih dahulu. Ini memang harus didahulukan karena kalau tidak akhirnya jadi gejolak. Kemarin untuk jagung kebutuhan dalam negeri tinggi tapi diekspor," ujar Sunardi.

Tingginya harga konsentrat yang dijadikan salah satu campuran pakan tersebut memicu kenaikan harga telur ayam ras, khususnya di wilayah Kota Malang. Harga telur ayam ras pada tingkat peternak mencapai Rp 24.500 per kilogram dan Rp 27.000 per kilogram di pasar. Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga telur ayam di wilayah Kota Malang mengalami kenaikan sejak 18 Mei 2022 menjadi Rp 26.500 per kilogram dari sebelumnya Rp 25.000 per kilogram.

Pada 19 Mei 2022 hingga saat ini, harga komoditas tersebut kembali mengalami kenaikan menjadi Rp 27.000 per kilogram. Secara rata-rata di wilayah Jawa Timur, harga telur ayam ras berada pada kisaran Rp 26.450 per kilogram atau mengalami kenaikan 1,93 persen.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA