Tuesday, 16 Syawwal 1443 / 17 May 2022

Puluhan Rumah Warga Situbondo Rusak Diterjang Angin Kencang

Rabu 19 Jan 2022 14:36 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Andi Nur Aminah

Seorang warga melihat atap bangunan kios yang roboh akibat terjangan angin kencang (ilustrasi)

Seorang warga melihat atap bangunan kios yang roboh akibat terjangan angin kencang (ilustrasi)

Foto: Antara/Dedhez Anggara
Tercatat rumah rusak berat tiga unit, rusak sedang 15, dan rusak ringan empat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Angin kencang menyebabkan sejumlah rumah rusak di wilayah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Selasa (18/1/2022). Peristiwa pada sore hari ini mengakibatkan kerusakan puluhan rumah warga dengan tingkat ringan hingga berat. 

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo menginformasikan lokasi terdampak berada di Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo. Berdasarkan data kerusakan per hari ini, Rabu (19/1) tercatat rumah rusak berat tiga unit, rusak sedang 15, dan rusak ringan empat," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Rabu (19/1/2022).

Baca Juga

Ia menambahkan, sebanyak 22 KK terdampak kejadian yang berlangsung pada 16.30 WIB. Kendati demikian, ia mengeklaim peristiwa ini tidak menyebabkan terjadinya pengungsian atau pun korban luka-luka. Menyikapi kejadian ini, dia melanjutkan, BPBD dibantu TNI, Polri, pemerintah desa dan kecamatan melakukan penanganan darurat dengan membantu warga yang rumahnya rusak. 

Pihaknya juga masih melakukan kaji cepat untuk mengidentifikasi apabila ada kerusakan lain. Berdasarkan prakiraan cuaca, secara umum Provinsi Jawa Timur berpotensi mengalami hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang hingga tiga hari ke depan (22/1/2022). Sementara di Kabupaten Situbondo, hari ini hingga esok hari (20/1/2022) berpotensi mengalami hujan lebat.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang. 

"Berbagai upaya pencegahan atau langkah penanganan dini dapat dilakukan di tingkat desa, misalnya seperti penyiapan peralatan evakuasi, tempat pengungsian sementara atau pun pemantauan dini prakiraan cuaca," ujarnya. 

Ia menambahkan, masyarakat diimbau untuk menghindari pohon maupun bangunan yang berpotensi mengalami rubuh saat terjadi angin kencang.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA