Friday, 25 Jumadil Akhir 1443 / 28 January 2022

PG Tanam 12 Ribu Bibit Dukung BUMN Hijaukan Indonesia

Ahad 28 Nov 2021 19:32 WIB

Red: Agus raharjo

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo (kiri) menyiram bibit yang baru ditanam dalam gerakan BUMN Hijaukan Indonesia di Pasuruan, Jawa Timur, Ahad (28/11).

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo (kiri) menyiram bibit yang baru ditanam dalam gerakan BUMN Hijaukan Indonesia di Pasuruan, Jawa Timur, Ahad (28/11).

Foto: Istimewa
Penanaman bibit menjadi bagian gerakan BUMN Hijaukan Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Petrokimia Gresik (PG) menegaskan dukungannya dengan gerakan BUMN Hijaukan Indonesia yang digaungkan Menteri BUMN Erick Thohir. Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo mengaku, pelaksanaan gerakan #BUMNHijaukanIndonesia di Jawa Timur berkolaborasi dengan banyak pihak.

Antara lain, dengan seluruh BUMN di Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jatim, Kodam V/Brawijaya, Pemerintah Kabupaten/Kota setempat,  serta melibatkan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) dan Gerakan Pramuka. "Kolaborasi ini sangat penting sehingga gerakan Menanam Pohon Indonesia dapat memberikan dampak yang lebih besar," tuturnya dalam keterangan, Ahad (28/11).

Baca Juga

Gerakan #BUMNHijaukanIndonesia di Provinsi Jatim terbagi di dua titik. Yakni penanaman 300 bibit pohon di Kabupaten Pasuruan dan penanaman 12 ribu bibit pohon di Bumiaji, Kota Batu seluas 72 hektare. Wilayah Bumiaji, Kota Batu ini merupakan daerah banjir bandang beberapa waktu lalu.

“Di momen ini, kita juga melakukan upaya revegetatif daerah longsor di Kota Batu,” ujar Dwi Satriyo.

Di Kabupaten Pasuruan, penanaman dilakukan di lahan 4,2 hektare di Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Wilayah ini merupakan kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cowek BKPH Lawang Timur, KPH Pasuruan Divreg Jawa Timur.

Dari 300 bibit pohon yang ditanam, rinciannya terdiri dari 50 bibit alpukat mentega, 50 alpukat aligator, 50 bibit durian, 150 bibit nangka 150. Tanaman ini dipilih dari bibit tanaman sambung/stek yang cocok untuk kegiatan konservasi.

“Jenis bibit ini diprediksi sudah bisa berbuah dalam waktu tiga tahun untuk dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar,” ujar Dwi Satriyo.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan, Agus Hari Wibawa yang mewakili Bupati Pasuruan, mengapresiasi peran aktif BUMN dalam melakukan perbaikan lingkungan di Kabupaten Pasuruan, dimana saat ini masih terdapat 6.000 hektare lahan kritis di wilayahnya. "Saya berharap kegiatan ini berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya, sehingga lingkungan di Kabupaten Pasuruan semakin baik," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA