Rabu 28 Jul 2021 06:31 WIB

Satgas Akui 30 Persen Kematian Pasien Covid di Luar RS

Dr Joni Wahyuhadi, Covid varian baru lebih cepat menular dan gejalanya akut.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Erik Purnama Putra
Ketua Rumpun Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Timur (Jatim), dr Joni Wahyuhadi.
Foto: Dok Pemprov Jatim
Ketua Rumpun Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Timur (Jatim), dr Joni Wahyuhadi.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Ketua Rumpun Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Timur (Jatim), dr Joni Wahyuhadi menyampaikan, banyak pasien Covid-19 di Provinsi Jatim yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri (isoman) di luar rumah sakit (RS).

Joni mengatakan, berdasarkan data yang ada, sekitar 30 persen dari jumlah kematian Covid-19 di Jatim, meninggal dunia di luar RS. Adapun per Selasa (27/8), terdapat penambahan 354 orang sehingga total 18.883 orang yang meninggal akibat Covid-19.

"Jadi beberapa data menunjukkan ada beberapa yang meninggal di luar RS, kemarin dari update kematian kita ada sekitar 30 persen laporannya. Tapi sebetulnya itu perlu diklarifikasi karena meninggal di luar RS itu belum tentu Covid-19, bisa juga infeksi paru lain," ujarnya di Kota Surabaya, Selasa (27/7).

Direktur Utama RSUD dr Soetomo tersebut menuturkan, kebanyakan pasien yang meninggal dunia di RS sekarang ini, terinfeksi Covid-19 varian Delta. Joni mengatakan, virus corona varian baru yang saat ini mendominasi, lebih cepat menular dan gejalanya lebih akut.

"Yang meninggal di rumah sakit memang cukup banyak, itu memang satu penyakit Covid-19 varian baru. Ini tampaknya lebih cepat menular dan gejalanya akut," ujar Joni.

Kondisi Covid-19 di Jatim saat ini diakuinya tidak seperti dulu. Joni menyebut, dulu sekitar 70 persen pasein Covid-19 meninggal dunia ketika dirawat di intensive care unit (ICU). Artinya 30 persen meninggal dunia di luar ICU. Adapun saat ini, sekitar 48 persen pasien Covid-19 meninggal dunia di instalasi gawat darurat (IGD).

"Sekarang 48 persen meninggalnya di IGD, ini artinya penyakitnya lebih ganas, hati-hati. Obatnya preventif, jangan sampai tertular," kata Joni.

Staf Ahli Rumpun Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Makhyan Jibril Al- Farabi menyampaikan, di Jatim terdapat sekitar 28.493 jiwa yang sedang menjalani isolasi setelah dinyatakan positif terpapar Covid-19. Dari jumlah tersebut, ada sekitar 27.910 yang memilih menjalani isoman di rumah.

Hanya 583 orang yang menjalani isolasi di gedung atau fasilitas yang disediakan pemerintah. "Sebenarnya angka isolasi banyak, tapi karena banyak yang tidak melapor, sehingga tidak masuk dalam data," kata Jibril.

Jibril menjabarkan, dari 27.910 orang yang menjalani isolasi mandiri di rumah, palimg banyak berada di Surabaya, yakni sekitar 6.550 orang. Kemudian di Kabupaten Malang sebanyak 2.588 orang, Gresil 2.577 orang, dan Kota Malang 2.086 orang.

Kemudian ada 1.727 orang di Sidoarjo, 1.530 di Kabupaten Ponorogo, 988 di Lumajang, 957 di Jombang, 924 di Kabupaten Kediri, 768 di Nganjuk, dan daerah lainnya rata-rata 100 hingga 500 orang. "Dari 38 kabupaten/ kota di Jatim, hanya empat daerah nihil orang isoman. Yakni Kabupaten Mojokerto, Madiun, Sumenep, dan Probolinggo," ujarnya.

Jibril mengajak masyarakat yang terpapar Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri di rumah, untuk tetap melaporkan ke Satgas Covid-19 di daerah setempat. Tujuannya agar mereka terpantau, baik dari sisi kesehatan maupun obat-obatan.

"Kita tahu bahwa banyak masyarakat isoman kemudian meninggal, salah satunya karena tertutup dan tidal melapor ke Satgas. Sehingga tidak terpantau dan tiba-tiba meninggal," kata Jibril.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement