Senin 26 Jul 2021 17:49 WIB

KRI Bima Suci Diberangkatkan Arungi Nusantara

KRI Bima Suci dijadwalkan akan berlayar selama 99 hari.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Agus Yulianto
Warga melambaikan tangan melepas keberangkatan Satgas Kartika Jala Krida Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat III Angkatan ke-68 bersama KRI Bima Suci di Dermaga Madura, Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Senin (26/7/2021). KRI Bima Suci yang akan berlayar selama 99 hari tersebut secara khusus untuk melatih Taruna-Taruni Akademi Angkatan Laut (AAL) mempraktekan ilmu navigasi astronomi.
Foto: ANTARA/Didik Suhartono
Warga melambaikan tangan melepas keberangkatan Satgas Kartika Jala Krida Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat III Angkatan ke-68 bersama KRI Bima Suci di Dermaga Madura, Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Senin (26/7/2021). KRI Bima Suci yang akan berlayar selama 99 hari tersebut secara khusus untuk melatih Taruna-Taruni Akademi Angkatan Laut (AAL) mempraktekan ilmu navigasi astronomi.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kapal latih KRI Bima Suci dari Satuan Kapal Bantu Koarmada II kembali membentangkan layarnya untuk mengarungi Nusantara bersama Satgas Kartika Jala Krida (KJK) Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat III Angkatan Ke-68 tahun 2021. Panglima Koarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto mengatakan, untuk pelaksanaan KJK kali ini, KRI Bima Suci dijadwalkan akan berlayar selama 99 hari.

"Tepatnya mulai hari ini sampai dengan 2 November 2021 dengan jarak tempuh sejauh 11.328 NM," ujarnya, Senin (26/7)

Iwan mengungkapakan, sekitar 13 destinasi akan disinggahi dalam rute pelayaran Bima Suci. Yakni Surabaya, Labuan Bajo, Tual, Jayapura, Raja Ampat, Morotai, Nunukan (Sei Pancang), Tarakan, Ranai, Sabang, Nias, Cilacap, Bali, dan kembali ke pangkalan Surabaya.

Iwan mengaku, pelayaran dalam negeri ini merupakan alternatif kedua yang dipilih. Karena seharusnya Bima Suci melaksanakan pelayaran ke luar negeri. Tapi karena situasinya Covid-19 yang belum mereda, akhirnya diputuskan untuk melakukan pelayanan dengan berkeliling Nusantara.

"Tapi yang terpenting dan utama adalah anggaran yang akan di pergunakan untuk pelayaran ke luar negeri akan dialihkan dalam rangka membantu percepatan penanganan Covid-19 di Indonesia,” ujar Iwan.

Iwan menambahkan, selama pelayaran dalam negeri, jika terjadi sesuatu dengan personel terkait Covid-19 maka akan mudah untuk proses evakuasinya. Dimana di KRI Bima Suci sudah disiapkan ruangan-ruangan untuk isolasi mandiri dengan filter, sehingga lingkungan yang ada disekelilingnya steril.

"Selain itu Bima Suci sudah dilengkapi juga dengan PCR Mobile, berikut tenaga kesehatan yang profesional," kata dia.

Dia berharap, pelayaran KJK 2021 dapat melatih Taruna-Taruni AAL Korps Pelaut dalam mempraktikkan ilmu navigasi astronomi atau navigasi bintang. Sementara untuk Taruna AAL Korps Teknik dapat mengaplikasikan langsung ilmu teknik mesin kapal. Begitu pun untuk Taruna AAL Korps Elektronika agar mampu mempraktikkan ilmu tentang peralatan komunikasi elektronika di kapal.

"Sedangkan Taruna Korps Suplai diharapkan dapat memahami lebih banyak tentang perbekalan," kata dia.

Selain itu, lanjut Iwan, mereka yang diberangkatkan berlayar juga bisa mendapatkan pengetahuan sekaligus pengalaman tentang tugas dan kehidupan prajurit di kapal perang. Menurutnya, yang tidak kalah pentingnya agar para prajurit tersebut mengenal batas-batas terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

KRI Bima Suci yang dikomandani Letkol Laut (P) Waluyo, membawa 226 personel. Terdiri dari 89 orang awak KRI dan pendukung, 19 orang dari Satuan Latihan KJK, 112 Taruna/ Taruni  AAL, 5 orang dari Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN),  dan 1 orang awak media.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement