Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Apa Penyebab 52 Paus Terdampar di Madura?

Jumat 19 Feb 2021 15:07 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Mas Alamil Huda

Warga berusaha mengangkat Paus Pilot Sirip Pendek (Globicephala macrorhynchus) yang terdampar di Pantai Modung, Bangkalan, Jawa Timur, Jumat (19/2). Sekitar 52 ekor Paus Pilot Sirip Pendek terdampar di pantai itu, tiga diantaranya berhasil diselamatkan dan sisanya sebanyak 49 paus mati.

Warga berusaha mengangkat Paus Pilot Sirip Pendek (Globicephala macrorhynchus) yang terdampar di Pantai Modung, Bangkalan, Jawa Timur, Jumat (19/2). Sekitar 52 ekor Paus Pilot Sirip Pendek terdampar di pantai itu, tiga diantaranya berhasil diselamatkan dan sisanya sebanyak 49 paus mati.

Foto: ANTARA/Zabur Karuru
Banyak kemungkinan yang menjadi penyebab terdamparnya puluhan paus tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II Jawa Timur, RM Wiwied Widodo, belum bisa menyebut penyebab pasti terdamparnya puluhan paus di perairan pantai Desa Patereman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Madura, Kamis (19/2) sore. Widodo mengaku harus melakukan penelitian dan butuh waktu untuk mengungkap penyebabnya.

"Kita dikasih waktu tiga hari, nanti kita sampaikan semua penyebabnya," ujar Widodo saat dikonfirmasi, Jumat (19/2).

Widodo menjelaskan, banyak kemungkinan yang menjadi penyebab terdamparnya puluhan paus tersebut. Apalagi paus yang terdampar jumlahnya banyak. Mencapai 52 ekor, atau merupakan satu koloni. Menurutnya, ini kejadian langka, karena biasanya jumlah paus yang terdampar masih hitungan jari.

"Kalau ada yang nakal, misalnya ada satu ekor paus minggir, lepas dari koloninya, bisa terjadi seperti di Paiton, itu hanya satu ekor. Kalau dalam satu koloni kan aneh ini. Berarti ada gangguan terhadap sonarnya," ujar Widodo.

Widodo mengatakan, paus merupakan mamalia yang memiliki sonar atau alat navigasi. Ketika tidak ada gangguan pada sonarnya, maka jalur yang ditempuh seharusnya sesuai dengan rel navigasinya. "Enggak mungkin belok terus terdampar," ujarnya.

Maka dari itu, lanjut Widodo, dugaan kuatnya karena ada gangguan pada sonarnya. Gangguan yang timbul bisa disebabkan bermacam hal. Misalnya ada tekanan dari bawah patahan, seperti gempa. Atau bisa jadi karena adanya limbah yang mengganggu sonar paus tersebut.

Bisa juga karena koloni paus tersebut menemukan makanan di sekitar daerah tempat terdamparnya. Sehingga terpancing keluar dari navigasi sonarnya. Ia kembali menegaskan belum bisa menyimpulkan penyebab pastinya, karena masih harus melakukan penelitian terlebih dahulu.

"Kita ambil sampel semua sonarnya itu terjadi apa terhadap sonarnya gitu. Ini juga kita ambil sampelnya. Karena berbelok dari rel navigasinya," kata dia.

Widodo kemudian meluruskan, jumlah paus yang terdampar sebanyak 52 ekor. Dari jumlah tersebut, 49 ekor ditemukan mati, dan tiga sisanya ditemukan dalam keadaan hidup. Tiga ekor paus yang ditemukan hidup telah digiring dan dikembalikan ke laut lepas.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA