Sabtu 05 Dec 2020 23:45 WIB

Pemkot Madiun Laporkan Tambahan 10 Kasus Baru Covid-19

Pemkot Madiun menyebut saat ini pasien Covid-19 menjadi 244 orang

Petugas kesehatan mengambil sampel darah warga saat tes diagnostik cepat (rapid test) COVID-19 ketika terjaring operasi yustisi protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19 karena tidak menggunakan masker di kawasan depan Stasiun Kereta Api Kota Madiun, Jawa Timur, Kamis (17/9/2020). Pemkot Madiun menggelar operasi yustisi protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19, dengan sanksi membayar denda Rp50 ribu atau sanksi sosial menyemprot cairan disinfektan di sekitar lokasi operasi.
Foto: SISWOWIDODO/ANTARA
Petugas kesehatan mengambil sampel darah warga saat tes diagnostik cepat (rapid test) COVID-19 ketika terjaring operasi yustisi protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19 karena tidak menggunakan masker di kawasan depan Stasiun Kereta Api Kota Madiun, Jawa Timur, Kamis (17/9/2020). Pemkot Madiun menggelar operasi yustisi protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19, dengan sanksi membayar denda Rp50 ribu atau sanksi sosial menyemprot cairan disinfektan di sekitar lokasi operasi.

REPUBLIKA.CO.ID, MADIUN -- Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur melaporkan adanya tambahan 10 kasus baru terkonfirmasi positif virus corona, sehingga jumlah pasien COVID-19 di wilayah setempat bertambah menjadi 244 orang dari sebelumnya 234 orang.

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemerintah Kota Madiun disebutkan penambahan 10 kasus baru tersebut, terdaftar sebagai pasien ke-235 hingga 244.

"Kebanyakan kasus konfirmasi COVID-19 di Kota Madiun disebabkan karena kontak erat. Setidaknya, sembilan dari 10 kasus konfirmasi baru pada Sabtu (5/12) merupakan kontak erat kasus sebelumnya," ujar Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Diskominfo Kota Madiun Noor Aflah dalam keterangannya di Madiun, Sabtu malam.

Sesuai data, kasus terkonfirmasi nomor 235 berinisial SH, laki-laki berusia 63 tahun warga Kelurahan Pandean. Yang bersangkutan kontak erat dengan kasus konfirmasi nomor 218. Pasien ke-236 berinisial DE, laki-laki berusia 36 tahun warga Kelurahan Winongo. Yang bersangkutan kontak erat kasus nomor 214.

Kemudian pasien ke-237 berinisial SM, perempuan berusia 94 warga Kelurahan Kanigoro. Pasien ke-238 berinisial AP, laki-laki berusia 34 tahun warga Kelurahan Pangongangan. Selanjutnya pasien ke-239 berinisial PR, perempuan berusia 14 tahun dan pasien ke-240 berinisial AR, perempuan berusia 30 tahun. Keempat pasien ini merupakan kontak kasus konfirmasi nomor 217.

Berikutnya pasien ke-241 berinisial LN, laki-laki berusia 39 tahun warga Kelurahan Tawangrejo. Yang bersangkutan merupakan kontak kasus nomor 215. Pasien ke-242 berinisial PP, laki-laki berusia 63 tahun warga Kelurahan Madiun Lor. PP merupakan kontak kasus konfirmasi nomor 220.

Kemudian pasien ke-243 berinisial EB, perempuan berusia 60 tahun warga Kelurahan Winongo. Yang bersangkutan memiliki riwayat perjalanan ke Jombang selama beberapa hari sebelum mengeluh sakit. Selain itu juga kedatangan keluarga dari Dubai.

Sedangkan pasien ke-244 berinisial TS, perempuan berusia 69 tahun warga Kelurahan Madiun Lor. Yang bersangkutan merupakan kontak kasus konfirmasi nomor 224.

Dengan tambahan 10 kasus konfirmasi baru tersebut, maka hingga Sabtu ini terdapat 244 warga Kota Madiun terkonfirmasi COVID-19. Dari jumlah tersebut, 189 orang sembuh, 13 orang meninggal, 15 orang isolasi mandiri, dan 27 orang lainnya dalam perawatan.

Pemkot Madiun terus berupaya mengajak warganya disiplin menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19. Yakni dengan memakai masker, rajin mencuci tangan memakai sabun di air mengalir, dan menjaga jarak.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement