Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Aktivitas Gunung Semeru Masih Fluktuatif

Rabu 02 Dec 2020 11:24 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Andi Nur Aminah

Suasana jalur lahar panas Gunung Semeru di kawasan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (2/12/2020). Gunung Semeru mengalami erupsi yang menyebabkan awan panas letusan meluncur ke arah Curah Besuk Kobokan sepanjang 11 kilometer dengan durasi kemunculan awan panas selama tiga jam serta status level II atau waspada.

Suasana jalur lahar panas Gunung Semeru di kawasan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (2/12/2020). Gunung Semeru mengalami erupsi yang menyebabkan awan panas letusan meluncur ke arah Curah Besuk Kobokan sepanjang 11 kilometer dengan durasi kemunculan awan panas selama tiga jam serta status level II atau waspada.

Foto: ANTARA/Umarul Faruq
Kondisi fluktuatif, dan pagi tadi sekitar pukul 03.56 WIB terjadi kubah guguran

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Aktivitas Gunung Semeru dilaporkan masih fluktuatif pada Rabu (2/12). Meski demikian, status gunung berketinggian 3.676 di atas permukaan laut (mdpl) ini masih level waspada atau dua. "Masih fluktuatif, masih didominasi kubah guguran. Malah tadi pagi pukul 03.56 WIB ada kubah guguran terjadi," kata Petugas Pos Gunung Api (PGA) Semeru di Gunung Sawur, Mukdas Sofyan saat dihubungi wartawan, Rabu (2/12).

Mukdas melaporkan, saat ini Gunung Semeru masih didominasi kabut. Namun pihaknya masih sempat mengamati adanya awan panas guguran (apg). Awan panas guguran ini memiliki jarak luncur sekitar 2.500 meter mengarah ke tenggara.

Secara rinci, Mukdas mencatat, telah terjadi APG sebanyak satu kali dengan amplitudo 20 milimeter (mm) dan durasi 1.445 detik. Gunung Semeru juga dilaporkan mengalami guguran sebanyak 11 kali dengan amplitudo sekitar tujuh sampai 20 mm dan durasi 110 sampai 250 detik.  Sementara data tremo harmonik sebanyak dua kali dengan amplitudo satu sampai dua mm. "Dan durasinya 1.798 sampai 2.400 detik," ucap dia.

Mukdas mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di dalam radius satu kilometer (km) dan empat km di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif. Ssbab, lokasi tersebut merupakan wilayah bukaan kawah aktif Gunung Semeru sebagai alur luncuran awan panas. Pembatasan jarak ini juga ditunjukkan untuk mewaspadai gugurnya kubah lava di kawah Jongring Seloko.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA