Kamis 26 Nov 2020 09:07 WIB

Emil Dardak Ungkap Rencana Pengembangan Bromo Vulcania Park

Bromo Vulcania Park secara tematik sudah nyambung dengan TNBTS.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Agus Yulianto
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak (kanan) dan Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono (tengah) meninjau Taman Tematik Marinir Museum Korps Marinir di Markas Komando Pasmar 2 Korps Marinir Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur. (Ilustrasi0
Foto: ANTARA/Umarul Faruq
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak (kanan) dan Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono (tengah) meninjau Taman Tematik Marinir Museum Korps Marinir di Markas Komando Pasmar 2 Korps Marinir Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur. (Ilustrasi0

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak mengungkapkan rencana pengembangan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru (TNBTS) yang menjadi salah satu proyek prioritas dalam Peraturan Presiden 80/2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Jatim. Dalam proyek pengembangan TNBTS, Pemprov Jatim menyiapkan dua strategi, agar wisatawan bisa menikmati BTS dari titik lain

Strategi pertama adalah pembangunan kereta gantunh (cable car). Menurut Emil, lewat pembangunan kereta gantung, Pemprov Jatim ingin mendorong wisatawan menikmati Bromo dari Lumajang, yakni dari Puncak B29 atau dari Danau Ranu Pani.

Kereta gantung tersebut, kata Emil, dibangun tidak sampai ke Puncak Penanjakan. Pemprov Jatim masih mematangkan bersama pemangku kebijakan setempat soal titik pembangunan cable car ini.

"Nah, ini membutuhkan akses Probolinggo-Lumajang yang lebih baik ang tidak menggangu ekologi dan keaslian TNBTS," ujar Emil di Surabaya, Kamis (26/11).

Strategi kedua, yakni mengubah konsep wisata populer di TNBTS dari Puncak Penanjakan menjadi wisata lereng Gunung Bromo. Emil mengatakan, untuk mewujudkannya perlu mengembangkan daya tarik wisata di kaki Gunung Bromo. 

Pemprov Jatim diakuinya tengah merencanakan membangun Bromo Vulcania Park. Sebuah taman vulkanik buatan yang terinspirasi dari Vulcania Park yang ada di salah satu daerah di Prancis.

"Kami ingin wisatawan yang ke Bromo tidak hanya tertarik di Puncak Penanjakan saja. Di kaki gunung Bromo banyak keindahan alam dan panorama. Nah tentunya daya tarik ini harus disuplemen juga dengan wisata buatan," kata Emil.

Emil menjelaskan, Bromo Vulcania Park secara tematik sudah nyambung dengan TNBTS itu sendiri. Rencana pembangunannya sebenarnya sudah lama digagas dan didukung International Labour Organization (ILO).

"Nah ini sudah masuk dalam usulan di dalam daftar Perpres 80/2019. Kami berharap bisa mulai merintis persiapan untuk mewujudkan kembali ini, apalagi dengan adanya tol Pandaan-Malang," ujarnya.

Rencana pembangunan Bromo Vulcania Park ini sudah digagas sejak 2009 silam. ILO saat itu berniat membantu Kabupaten Malang mengembangkan wisata buatan ini dengan memilih salah satu desa. 

Saat ini, pengembangan Bromo Vulcania Park ini kembali tersendat dengan adanya Pandemi Covid-19. Dalam situasi ini, investor masih akan berpikir panjang untuk menanamkan modal di bidang pariwisata.

"Ini sedang kami matangkan targetnya. Apalagi masih pandemi. Kami harus jujur, sepanjang 2020 ini investasi di bidang tourism ini agak tertahan. Kalau on going mereka mungkin masih mau coba," kata Emil.

Pemprov Jatim, kata Emil, akan mereview ulang strategi untuk membangkitkan kembali iklim pariwisata di tengah Pandemi Covid-19, sehingga investor tertarik untuk berinvestasi di bidang ini. 

Jika Bromo Vulcania Park dikembangkan, kata Emil, tidak menutup kemungkinan potensi pengembangan wisata baru di sisi timur Kabupaten Malang turut terdongkrak, seiring kemudahan akses yang ada.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement