Selasa 24 Nov 2020 17:14 WIB

 Khofifah Ungkap Rendahnya Siswa Melanjutkan Kuliah

Angka siswa melanjutkan ke PT ke sekitar 32,3 persen SMA, dan 20 persen SMK.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Agus Yulianto
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa
Foto: Pemprov Jawa Timur
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengakui, masih banyaknya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di dunia pendidikan. Salah satunya tentang angka siswa yang melanjutkan sekolah dari jenjang menengah atas ke perguruan tinggi yang masih rendah. 

"Angka siswa melanjutkan ke perguruan tinggi masih rendah. Baru sekitar 32,3 persen untuk lulusan SMA, dan 20 persen untuk SMK yang melanjutkan ke perguruan tinggi," ujar Khofifah dalam siaran tertulisnya, Selasa (24/11).

Selain itu, kata Khofifah, yang juga menjadi pekerjaan rumah adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Percepatan IPM Jatim ini dibutuhkan mengingat sampai sekarang posisinya masih rangking 15 Nasional dengan nilai 71,50. 

Kemudian yang juga harus cepat diselesaikan yaitu masalah tingginya disparitas (kesenjangan) kualitas pendidikan antar daerah dan antar lembaga. Terutama dalam hal pemenuhan standar-standar pendidikan yang telah ditetapkan secara nasional.

“Kondisi ini akan sangat mempengaruhi kualitas lulusan dari masing-masing daerah atau lembaga,” ujarnya. 

Di sektor tenaga pendidik, Khofifah melihat kualitas, kuantitas, dan sebaran tenaga pendidik atau guru belum optimal. Pun demikian dengan angka partisipasi pendidikan khusus dan layanan khusus untuk anak penyandang disabilitas. 

Demi menyelesaikan masalah-masalah tersebut, Khofifah menegaskan komitmennya untuk mensukseskan program Jatim Cerdas. Jatim Cerdas merupakan salahbsatu program unggulan yang masuk dalam Nawa Bhakti Satya untuk mengatasi seluruh permasalahan di dunia pendidikan. 

Di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2021, kata dia, Pemprov Jawa Timur telah merencanakan anggaran sebesar Rp 11,868 triliun untuk membiayai sektor pendidikan. Itu setara 51,74 persen dari total RAPBD.

Anggaran akan digunakan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Jawa Timur. Termasuk peningkatan kesejahteraan para guru dan tenaga kependidikan, khususnya untuk 20 ribu lebih Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) serta pengembangan kompetensi guru sesuai dengan tuntutan jaman.

“Oleh karena itu, saya mohon dengan hormat kepada seluruh guru di seluruh penjuru Jawa Timur, untuk berseiring, menata niat, membulatkan tekat dan membangun semangat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement