Senin 21 Sep 2020 07:20 WIB

Khofifah Kucurkan Rp 1,524 M untuk Usaha Perempuan

Bantuan itu diberikan sebagai langkah mempercepat pemulihan ekonomi.

Rep: Wilda Fizriyani / Red: Agus Yulianto
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa.
Foto: Dokumen.
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa.

REPUBLIKA.CO.ID, BOJONEGORO -- Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengucurkan bantuan modal usaha bagi kelompok perempuan melalui program Jatim Puspa(Pemberdayaan Usaha perempuan) serta keuangan khusus BUMDES. Bantuan diberikan sebagai langkah mempercepat pemulihan ekonomi.

Khofifah menyerahkan bantuan modal usaha melalui program Jatim Puspa kepada delapan desa di Bojonegoro. Sasarannya sekitar 536 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan total anggaran Rp 1,524 miliar di 2020. "Dan BKK (Badan Kredit Kecamatan) BUMDES untuk enam desa masing- masing Rp 50 juta sehingga total Rp 300 juta rupiah," kata Khofifah dalam keterangan pers yang diterima Republika, Ahad (20/9).

Lebih rinci, bantuan Jatim Puspa di Desa Margomulyo Kecamatan Margomulyo sebesar Rp  232.750.000 dan Desa Sumberejo, Kecamatan Margomulyo sekitar Rp. 266.875.000. Kemudian bantuan di Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo sebesar Rp. 177.750.000.

Desa Napis di Kecamatan Tambakrejo memperoleh bantuan Jatim Puspa sekitar Rp 245.875.000. Kemudian Desa Mulyorejo Kecamatan Tambakrejo sebanyak Rp 109.750.000 dan Desa Maling Mati, Kecamatan Tambakrejo sebesar Rp 133.250.000.  Lalu Desa Sukorejo, Kecamatan Tambakrejo sebesar Rp 133.250.000 dan Desa Sekar Kecamatan Sekar sekitar Rp 225.000.000.

Sementara bantuan BUMDES diperuntukkan BUMDES Pilang Gede Gemilang, Desa Pilang Gede, Kecamatan Balen. Kemudian BUMDES Karya Mulya Desa Rendeng  Kecamatan Malo dan BUMDES Makmur, Desa Bendo Kecamatan Kapas. Berikutnya, Bumdes Tirta Abadi di Desa Ngringin Rejo, Kecamatan Kalitidu dan BUMDES Arum Sejahtera di Desa Sumber Arum, Kecamatan Dander.

Khofifah berharap, "Jatim Puspa" mampu menciptakan perempuan yang bisa berusaha untuk meningkatkan kemandirian dan  kesejahteraan keluarganya. "Dengan demikian, perempuan ikut andil dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19," ucapnya. 

Sebagai informasi, program Jatim Puspa diprioritaskan pada 15 Kabupaten Kantong Kemiskinan sebagaimana rekomendasi Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Program JATIM PUSPA memberikan stimulan modal usaha produktif senilai Rp 2,5 juta setiap KPM. Pada 2020 ini, program menjangkau 7.981 KPM di 117 Desa pada 15 Kabupaten dengan total anggaran Rp 23,726 miliar.

Sementara sasaran Jatim Puspa yakni kelompok KPM Program Keluarga Harapan (PKH) yang sudah graduasi mandiri sejahtera. Kemudian rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan delapan sampai 12 persen dan memiliki anggota rumah tangga perempuan usia produktif. Lalu memiliki anak masih sekolah berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Tahun 2019 yang dikeluarkan oleh Kementerian Sosial.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement