Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Sebanyak 50 Balita di Jatim Tertular Covid, Satu Meninggal

Selasa 02 Jun 2020 20:44 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Andri Saubani

Seorang pemuda Karang Taruna Mojo dengan mengenakan APD melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan penyebaran Covid-19 dan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2020). (ilustrasi)

Seorang pemuda Karang Taruna Mojo dengan mengenakan APD melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan penyebaran Covid-19 dan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2020). (ilustrasi)

Foto: Antara/Zabur Karuru
Ada 130 anak rentang 0-9 tahun di Jatim yang tertular Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr. Kohar Hari Santoso mengungkapkan adanya 50 bayi bawah lima tahun (balita) yang tertular  Covid di wilayah setempat. Perinciannya, 22 anak berjenis kelamin laki-laki, dan 28 anak berjenis kelamin perempuan.

"Ketularannya yang paling banyak memang dari orang tuanya. Tapi ada juga yang orang tuanya negatif. Artinya tertular dari pengasuhnya," ujar Kohar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (2/6).

Kehar melanjutkan, jika kelompok umur anak-anak yang terpapar Covid-19 tersebut dinaikkan menjadi umur 0 hingga 9 tahun, jumlahnya lebih banyak lagi. Yakni mencapai 130 anak. Rinciannya, 71 anak berjenis kelamin laki-laki dan 59 anak berjenis kelamin perempuan. Dari total pasien anak tersebut, kata Kohar, ada satu pasien yang meninggal dunia.

"Di antaranya itu ada satu yang meninggal. Umurnya 1,5 tahun. Tapi itu kebetulan juga ada demam berdarahnya," ujar Kohar.

Kohar mengingatkan, di tengah pandemi Covid-19 ini pola pengasuhan anak memang membutuhkan perhatian lebih. Jika anak tersebut diasuh oleh pengasuh, yang itu tidak tinggal satu rumah, maka pengasuh tersebut harus benar-benar dipastikan melaksanakan protokol penvegahan penularan Covid-19. Yakni dengan mengenakan masker, rajin mencuci tangan, dan sebagainya.

"Tolong diwajibkan pake masker, cuci tangan, cara memberikan makanannya juga harus diperhatikan. Jadi pemberian permakanannya juga diperhatikan," kata Kohar.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr. Joni Wahyuhadi mengungkapkan, virus corona jenis baru adalah jenis virus yang penularannya sangat cepat. Tidak perduli siapa pun, kata Joni, bagi mereka yang bersentuhan dengan pasien terpapar Covid-19, bisa dipastikan akan tertular. Itu pun jiga tidak mengenakan alat pelindung diri.

"Ini virus yang sangat menular tidak perduli siapapun. Dekat pasti ditulari. Jadi sangat menular. Kita dipermudah oleh tuhan untuk tidak tertular dengan pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, dan penuhi protokol kesehatan lainnya," kata Joni.

Baca Juga

photo
Risiko kematian anak saat pandemi Covid-19 - (Republika)
 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA