Sunday, 7 Rajab 1444 / 29 January 2023

Kadinkes Yogya: Tidak Ada Warga Terkena Penyakit karena Minum AMDK Galon

Ahad 04 Dec 2022 22:19 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Proses pengisian air minum dalam kemasan galon. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Balai Besar POM di Yogyakarta berencana mengadakan sarasehan terkait wacana kebijakan pelabelan BPA terhadap galon guna ulang. Hal ini merespon air minum dalam kemasan galon dikatakan berbahaya dikonsumsi.

Proses pengisian air minum dalam kemasan galon. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Balai Besar POM di Yogyakarta berencana mengadakan sarasehan terkait wacana kebijakan pelabelan BPA terhadap galon guna ulang. Hal ini merespon air minum dalam kemasan galon dikatakan berbahaya dikonsumsi.

Foto: Dok Aqua
Kadinkes Yogya ingatkan warga konsumsi minuman aman seperti AMDK

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Balai Besar POM di Yogyakarta berencana mengadakan sarasehan terkait wacana kebijakan pelabelan BPA terhadap galon guna ulang. Hal ini merespon air minum dalam kemasan galon dikatakan berbahaya dikonsumsi.

Kadinkes Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani, mengatakan saat ini masyarakat di wilayahnya yang terdata tidak terkena penyakit karena mengosumsi air minum kemasan galon guna ulang atau air isi ulang dari depot air minum.“Tidak ada data terkait hal itu,” ujarnya kepada wartawan, Ahad (4/12/2022).

Ia menyebut saat ini masalah utama masyarakat Kota Yogya adalah lebih banyak menggunakan sumber air sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jika dibandingkan dengan masyarakat yang menggunakan air dari jaringan PDAM ataupun air galon dan air dari depot air minum.

“Jika dilihat dari hasil pengujian laboratorium terhadap kualitas air sumurnya, maka bisa dinyatakan sebagian besar tidak aman. Itu disebabkan air sumur tersebut tidak memenuhi ketentuan baku mutu persyaratan kesehatan. Dari hasil uji bakteriologis, banyak yang tercemar bakteri golongan coliform,” ucapnya.

Emma menyebut air jaringan PDAM lebih layak dan aman digunakan ketimbang air sumur. Hal itu karena sebelum didistribusikan kepada pelanggan, air PDAM telah melalui proses pengolahan dan desinfeksi terlebih dahulu. “Kualitasnya lebih terjamin karena secara rutin telah dilakukan penjaminan mutu kualitas airnya melalui pengawasan internal maupun eksternal. Tapi, sayangnya pengguna PDAM di Jogja hanya 8,65 persen saja, termasuk saya,” tuturnya.

Bagi pengguna air minum dalam kemasan galon guna ulang dan depot air minum, dia mengaku tidak memiliki datanya. “Namun, menurut saya itu aman ya, karena sebelum beredar kan pasti sudah melalui proses keamanan yang sangat ketat,” katanya.

Menurutnya Dinkes kota Jogja senantiasa mengimbau dan mengedukasi masyarakat untuk senantiasa menggunakan air yang layak dan aman. “Air yang aman adalah yang memenuhi baku mutu kesehatan, sehingga selain untuk mencukupi kebutuhan juga untuk menjaga agar tubuh senantiasa sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit,” ucapnya.

Sementara itu Kadinkes Gunungkidul Dewi Irawaty menambahkan air minum kemasan yang sudah beredar masyarakat termasuk galon guna ulang itu pasti sudah diperiksa keamanannya. “Jadi, saya kira semua air yang sudah diijinkan beredar itu pasti sudah diperiksa dan aman,” ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA