Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Kemenhub Segera Revitalisasi Terminal Bus Giwangan Yogyakarta

Ahad 29 May 2022 16:00 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Penumpang menunggu keberangkatan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Tipe A Giwangan, Yogyakarta, Ahad (8/5/2022). Sejak H+1 hingga H+5 sebanyak 57.432 diberangkatkan keluar dari Yogyakarta. Dan puncaknya pada H+4 Jumat (6/5/2022) sebanyak 14.759 penumpang berangkat dari Terminal Giwangan.

Penumpang menunggu keberangkatan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Tipe A Giwangan, Yogyakarta, Ahad (8/5/2022). Sejak H+1 hingga H+5 sebanyak 57.432 diberangkatkan keluar dari Yogyakarta. Dan puncaknya pada H+4 Jumat (6/5/2022) sebanyak 14.759 penumpang berangkat dari Terminal Giwangan.

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Kemenhub akan segera merevitalisasi Terminal Giwangan Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya segera memulai proyek revitalisasi Terminal Tipe A Giwangan, Yogyakarta.

Saat meninjau Terminal Giwangan, Minggu, Menhubmengatakan pemerintah telah menyelesaikan revitalisasi di tiga terminal tipe A di Jawa Tengah yaitu Tirtonadi Solo, Mangkang, Semarang, dan Bulupitu, Purwokerto.

Baca Juga

"Sekarang, kita akan lakukan di Yogyakarta (Terminal Tipe A Giwangan)," kata Budi dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Ahad (29/5/2022).

Menurut Menhub, bangunangedung Terminal Giwangan yang ada saat ini sudah cukup megah dan hanya perlu dilakukan renovasi. "Kita sudah siapkan anggaran untuk bangunan baru, tapi akan kami evaluasi karena bangunannya (yang ada) sudah megah. Kita ingin setiap rupiah yang dikeluarkan, harus menghasilkan layanan yang baik. Kita ingin terminal ini lebih nyaman dan indah," ujarnya.

Terkait pengelolaan area komersial (kios) yang ada di terminal, Menhub meminta agar ke depannya dilakukan pengelolaan yang lebih tegas. Karena sebelumnya, kios-kios yang ada dikelola oleh pihak ketiga, bukan oleh pengelola terminal.

"Jadi, masyarakat yang nanti akan menyewa kios, bayarnya bisa ke pemerintah (pengelola terminal), bukan ke pihak lain," katanya.

Ia berharap dukungan dari Pemkot Yogyakarta untuk menyukseskan revitalisasi Terminal Giwangan dan juga mengapresiasi ide pemkot untuk memisahkan antara jalur bus pariwisata dan bus AKAP.

"Kami siap berkolaborasi agar terminal ini menjadi simpul transportasi utama pergerakan masyarakat dari dan ke Yogya dan juga menjadi salah satu kunci dari kemajuan dari sektor pariwisata," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Wali Kota Yogyakarta Sumadi siap mendukung revitalisasi yang akan dilakukan di Terminal Giwangan dan akan berkolaborasi secara intensif dengan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub.

"Kita akan integrasikan anggaran yang berkaitan dengan perawatan dan rehabilitasi terminal," ujarnya.

Sesuai amanah UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, pengelolaan terminal tipe A yang sebelumnya dilakukan oleh pemerintah daerah diserahkan ke pemerintah pusat dalam hal ini Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub.

Untuk itu, Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub melakukan revitalisasi sejumlah terminal tipe A yang ada di Indonesia sebagai upaya peningkatan pelayanan angkutan jalan dengan fasilitas dan bangunan layaknya bandara.

Terminal Giwangan menjadi salah satu proyek percontohan revitalisasi yang dilakukan. Melalui revitalisasi ini, terminal bus bukan hanya sebagai tempat naik dan turun penumpang, melainkan juga memiliki fungsi lain yaitu menggabungkannya dengan kegiatan perkantoran, tempat tinggal, hotel, pusat perbelanjaan, pusat pelayanan masyarakat, dan juga terintegrasi dengan moda transportasi lainnya.

Turut hadir dalam peninjauan, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Direktur Prasarana Transportasi Jalan Popik Montanasyah, dan Kepala BPTD Jateng DIY Eko Agus Susanto.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA