Wednesday, 7 Zulhijjah 1443 / 06 July 2022

Pemkab Sleman Dorong Peningkatan Petani Milenial

Rabu 25 May 2022 09:39 WIB

Rep: wahyu suryana/ Red: Hiru Muhammad

Kegiatan pengukuhan pengurus Jaringah Petani Milenial di UPTD BP4 wilayah II Kelompok Tani Sidomoyo Farm, Simping, Kalurahan Sidomoyo, Kapanewon Godean, Sleman, DIY..

Kegiatan pengukuhan pengurus Jaringah Petani Milenial di UPTD BP4 wilayah II Kelompok Tani Sidomoyo Farm, Simping, Kalurahan Sidomoyo, Kapanewon Godean, Sleman, DIY..

Foto: Dokumen
Jumlah petani milenial yang ada di Kabupaten Sleman saat ini telah mencapai 540 orang

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN--Bupati Sleman, Kustini Purnomo, menegaskan komitmen terus meningkatkan kualitas petani di Sleman, terutama petani milenial. Ia menekankan, dorongan itu diwujudkan melalui program menyasar petani milenial salah satunya program YESS.

Yess sendiri merupakan kependekan dari Youth Entrepreneurship and Employment Support Services. Hal itu disampaikan Kustini ketika menerima kunjungan Pusat Pendidikan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP).

Baca Juga

Rombongan dipimpin Kepala Pusat Pendidikan dan Program YESS, Idha Widi Arsanti. Kustini didampingi Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Suparmono dan Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sleman, Raudi Akmal.

Jumlah petani milenial yang ada di Kabupaten Sleman saat ini telah mencapai angka 540 petani. Salah satunya Taufiq Mawwadani, petani milenial asal Sleman yang terpilih masuk nomisasi Young Ambasador YESS dari Kementerian Pertanian. 

"Adanya pelatihan teknologi pengolahan, manajemen keuangan, magang bersertifikat marketing dan nominasi penghargaan. Tentu ini kabar baik yang akan dapat respon positif dari petani di Sleman, terutama milenial," kata Kustini, Selasa (25/5).

Sejauh ini, Pemkab Sleman mendorong tumbuhnya generasi petani milenial melalui berbagai kelompok yang dikukuhkan di tiap UPTD wilayah. Bantuan bibit, pupuk, sarpras pertanian juga diberikan sebagai modal dikembangkan jadi lebih besar.

Menurut Kustini, dengan bantuan skill dan hibah dalam sektor pertanian dapat memperbesar usaha petani di Sleman. Terutama, di Bumi Sembada masih ada angka kemiskinan yang perlu diusahakan, salah satunya meningkatkan kualitas petani.

"Belum lama ini di Sleman kita adakan lomba menanam cabai diikuti 32 kelompok wanita tani (KWT). Dari lomba ini kita dorong tumbuhnya kualitas petani. Dengan meningkatkan kualitas selaras dengan peningkatan ekonomi terutama untuk petani," ujar Kustini.

Kepala Pusat Pendidikan dan Program YESS, Idha Widi Arsanti menuturkan, sampai 2022 YESS sudah berjalan di empat provinsi. Kini, diadakan perluasan jadi tujuh provinsi salah satunya di DIY dan Sleman sebagai salah satu kabupaten terpilih. "Kami sangat optimis dengan Sleman, apalagi lahan pertanian Sleman sangat luas. Kami berharap, banyak anak muda yang tertarik sebagai regenerasi petani kita," kata Idha.

Yess merupakan program percepatan dari Kementerian Pertanian bekerja sama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD). Sejak 2019, melahirkan wirausahawan muda pertanian, menghasilkan tenaga kerja pertanian yang kompeten.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA