Tuesday, 25 Rabiul Akhir 1443 / 30 November 2021

Tuesday, 25 Rabiul Akhir 1443 / 30 November 2021

DIY Perketat Mobilitas Saat Nataru Jika Ada Klaster Covid-19

Kamis 28 Oct 2021 08:21 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Mas Alamil Huda

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Foto: Dok Pemprov DIY
Kasus Covid-19 harian di DIY terus menunjukkan tren penurunan.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Daerah (Pemda) DIY akan memperketat mobilitas masyarakat saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) jika ditemukan klaster penularan Covid-19. Saat ini, penambahan kasus harian positif Covid-19 di DIY masih terus menunjukkan tren penurunan yakni di bawah 50 kasus.

 

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap agar tidak ada klaster baru penularan Covid-19 yang ditemukan menjelang dan saat libur Nataru. Terlebih, pemerintah pusat juga telah memangkas cuti bersama libur Nataru untuk mengantisipasi penularan Covid-19.

 

"Kalau sekarang tidak terjadi klaster, harapan saya nanti di Nataru mungkin kondisinya akan lebih baik. Kalau jadi klaster, mungkin kita akan memperketat di Tahun Baru maupun Natal," kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Rabu (27/10).

 

Saat ini, wisatawan sudah mulai banyak berdatangan ke DIY. Sultan menuturkan, pembatasan wisatawan yang akan datang ke DIY tidak dapat dikontrol.

 

Walaupun begitu, pembatasan hanya dapat dilakukan di destinasi wisata dengan membatasi jumlah wisatawan yang masuk sesuai aturan di masa PPKM level 2. Namun, ia berharap agar tidak muncul klaster baru penularan Covid-19, terlebih di masa PPKM level 2 saat ini ada kelonggaran untuk membuka destinasi wisata.

 

"Saya berharap ini tidak ada klaster, dengan tidak ada klaster mungkin nanti menghadapi Nataru kita lebih mudah memprediksi," ujarnya.

 

Hingga saat ini, di DIY belum ditemukan adanya klaster di destinasi wisata. Sultan juga meminta seluruh lapisan masyarakat maupun wisatawan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 untuk mengantisipasi munculnya klaster baru.

 

"Saya kira prokes itu tetap dijaga, itu tetap kunci (utama pencegahan Covid-19)," jelas Sultan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA