Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Ganjar: Seluruh Daerah di Jateng Siap Perpanjang PPKM

Kamis 21 Jan 2021 20:48 WIB

Red: Ratna Puspita

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Foto: Dok. Humas Prov. Jateng
Keberhasilan PPKM mengurangi kasus Covid-19 terletak pada peran serta masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan seluruh daerah di provinsi itu mendukung dan siap menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diperpanjang hingga 8 Februari 2021. Penerapan PPKM untuk mengurangi jumlah kasus positif Covid-19.

"Kami masih menunggu keputusannya, tapi intinya kalau melihat PPKM pertama ini, hasilnya belum menggembirakan. Memang penting untuk mempertimbangkan (perpanjangan PPKM) itu agar bisa menekan angka positifnya (kasus Covid-19)," katanya di Semarang, Kamis (21/1).

Ganjar menyebutkan dukungan dari 35 kabupaten/kota terkait penerapan PPKM juga sangat positif. Meski awalnya hanya diberlakukan di tiga eks keresidenan, yakni Semarang Raya, Solo Raya, dan Banyumas Raya, semua daerah akhirnya menerapkannya.

Baca Juga

"Sekarang saja seluruh kabupaten/kota sudah berpartisipasi, sudah 100 persen, terakhir kemarin Kendal. Jadi kalau nanti diberlakukan perpanjangan, tidak perlu diperluas jangkauannya, karena semua sudah melakukan. Solidaritas teman-teman bupati/wali kota sangat hebat karena mereka punya kesadaran untuk bersama-sama menerapkan PPKM," ujarnya.

Terkait dengan hal itu, Ganjar meminta masyarakat juga ikut mendukung dan menyukseskan PPKM. Sebab, keberhasilan program ini terletak pada peran serta masyarakat, sambil terus mendorong percepatan program vaksinasi.

"Kalau ini tidak mendapatkan hasil apa-apa, memang ada peluang diperpanjang, tapi kalau masyarakat berpartisipasi untuk disiplin semuanya, kasusnya turun, mungkin tidak diperpanjang," katanya.

Seperti diwartakan, pemerintah pusat memutuskan memperpanjang PPKM Jawa-Bali selama dua pekan, yakni mulai 25 Januari 2021 hingga 8 Februari 2021. Hal ini disebabkan pemberlakuan PPKM tahap pertama belum menunjukkan hasil yang signifikan karena jumlah kasus Covid-19 masih terus meningkat.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA